BINUS University Siapkan Talenta Hospitality Hadapi Disrupsi AI dan Tuntutan Keberlanjutan
FORUM KEADILAN – Transformasi industri hospitality global yang dipicu perkembangan artificial intelligence (AI), digitalisasi layanan, dan tuntutan keberlanjutan mendorong perubahan kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut.
Pergeseran ini membuat industri tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan operasional, tetapi juga menuntut penguasaan aspek bisnis, teknologi, dan praktik berkelanjutan.
Di tengah perubahan tersebut, BINUS University menyiapkan strategi pendidikan melalui Program Hotel Management di kampus Kemanggisan dan Business Hotel Management di kampus Bekasi. Kedua program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis, sekaligus memperluas cakupan hospitality yang kini meliputi pariwisata, event, food and beverage, hingga bisnis berbasis pengalaman (experience economy).
Pendekatan pembelajaran dilakukan melalui simulasi industri global, proyek kolaboratif, serta keterlibatan langsung dengan mitra industri. Sejumlah jaringan hospitality internasional seperti ARTOTEL Group, Mandarin Oriental Hotel Group, JW Marriott, InterContinental Hotels Group, Pullman Hotels and Resorts, hingga Hyatt Hotels Corporation turut terlibat dalam memberikan pengalaman praktis, mentoring, hingga program magang bagi mahasiswa.
Dr. Yanti, S.Kom., MM – Dean Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism BINUS University pada pertemuan di kampus BINUS @Bekasi menyampaikan bahwa fokus utama pendidikan hospitality saat ini adalah memastikan lulusan memiliki kesiapan menyeluruh terhadap kebutuhan industri.
“Industri hospitality saat ini tidak hanya berubah, tetapi juga berevolusi dengan standar baru, termasuk sustainability. Di BINUS University, melalui Program Hotel Management (HM) dan Business Hotel Management (BHM), kami menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap masuk ke dunia kerja, tetapi juga siap memahami arah industri dan berkontribusi secara relevan di dalamnya,” ujarnya di Binus University Bekasi, Selasa, 5/5/2026.
Ia menambahkan bahwa kombinasi antara service excellence, business mindset, digital capability, dan sustainability awareness menjadi pondasi utama dalam proses pembelajaran.
“Kami ingin lulusan BINUS tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif strategis dan tanggung jawab terhadap masa depan industri yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Eduard Rudolf Pangkerego – COO ARTOTEL Group menyampaikan bahwa industri saat ini semakin selektif dalam mencari talenta.
“Hospitality hari ini membutuhkan profesional yang tidak hanya memahami service, tetapi juga bisnis, teknologi, dan sustainability. Talenta yang memiliki perspektif ini akan jauh lebih siap menghadapi dinamika industri. Kami melihat lulusan dengan pendekatan seperti yang diterapkan BINUS memiliki keunggulan tersebut,” ungkapnya.
Hal ini juga diperkuat oleh perspektif asosiasi industri. Garna Sobhara Swara – Vice President of Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menekankan pentingnya kombinasi antara kompetensi dan passion dalam industri hospitality.
“Kami membutuhkan talenta yang bukan hanya terampil, tapi juga punya passion. Lulusan BINUS menghadirkan keduanya dan itu yang membuat mereka punya nilai lebih di industri hospitality,” kata dia.
Perspektif serupa juga disampaikan oleh alumni. Rasendriya Bhamakerti alumni sekaligus pemilik restoran Aiko Inshokuten, Albert Ryan Huang alumni sekaligus Financial Cafe & Resto Consultant, dan Muhammad Ilham Jivaresta alumni sekaligus pemilik Kopi Danau Semi juga menilai bahwa pendidikan hospitality membekali mahasiswa dengan kesiapan karir sekaligus pola pikir kewirausahaan yang relevan dengan dinamika industri saat ini.
“Yang kami pelajari bukan hanya operasional, tetapi juga bagaimana membangun pola pikir strategis dan entrepreneurial dalam melihat peluang di industri hospitality. Kami juga dibekali kemampuan untuk adaptif terhadap perubahan, termasuk memahami pentingnya sustainability sebagai bagian dari bisnis masa depan. Hal ini menjadi keunggulan saat memasuki dunia kerja maupun saat ingin membangun usaha sendiri,” tuturnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan talenta hospitality yang relevan, BINUS University menegaskan bahwa pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri menjadi kunci utama. Melalui dua program tersebut, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga untuk menghadapi masa depan industri yang semakin digital, kompetitif, dan berkelanjutan.*
Laporan oleh: Muhammad Reza
