Sabtu, 22 Agustus 2026
Menu

Pesantren Diniyah Putri Lampung Terapkan Ekonomi Sirkuler, Sampah Diolah Jadi Bernilai

Redaksi
Kegiatan Pilah Timbang Tabung Sampah di Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung | Ist
Kegiatan Pilah Timbang Tabung Sampah di Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pondok Pesantren Diniyah Putri Lampung mulai memperkuat pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkuler melalui penerapan teknologi pemilahan dan pengolahan sampah. Program ini dilaksanakan tim dosen Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung (INSTIDLA) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan pendanaan Tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Tim pengabdian diketuai Eka Ridhawati, S.Kom., M.Kom., dengan anggota Sevi Andriasari, S.Kom., M.Kom. dan Moh. Fakhrurozi, Ph.D.

Program diarahkan untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah sejak dari sumber. Teknologi yang diterapkan meliputi tempat pilah sampah, mesin pencacah sampah organik, dan komposter. Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dipilah agar memiliki nilai ekonomi dan dapat dikelola melalui bank sampah.

Penerapan teknologi tersebut juga disertai edukasi dan pendampingan kepada santri. Mereka dilibatkan secara langsung dalam praktik memilah sampah, mengenali jenis sampah, menggunakan teknologi pengolahan, serta membangun kebiasaan menjaga lingkungan pesantren.

Pada dokumentasi kegiatan terlihat sarana pemilahan sampah untuk kategori plastik, logam, dan kertas, serta mesin pencacah dan komposter yang digunakan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah pesantren. Kegiatan juga melibatkan pengelola dan santri secara aktif. Melalui pendekatan tersebut, program tidak hanya berorientasi pada penyediaan peralatan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan kemandirian pengelolaan sampah.

Pengelola dan santri Diniyah Putri Lampung menyambut positif kegiatan tersebut. Program diharapkan mampu mengurangi sampah yang dibuang ke TPA, menghasilkan kompos, memperkuat pengelolaan bank sampah, serta membangun budaya ekonomi sirkuler di lingkungan pesantren.

Kolaborasi perguruan tinggi dan pesantren ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pesantren hijau yang lebih bersih, mandiri, dan produktif, sekaligus menjadikan santri sebagai agen perubahan dalam membangun perilaku peduli lingkungan.*