Jumat, 21 Agustus 2026
Menu

AI dan Literasi Keuangan Dorong UMKM Perempuan OK OCE Naik Kelas

Redaksi
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi UMKM Perempuan OK OCE melalui Pemasaran Digital Berbasis AI dan Literasi Keuangan” | Ist
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi UMKM Perempuan OK OCE melalui Pemasaran Digital Berbasis AI dan Literasi Keuangan” | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) mendorong penguatan usaha 30 wirausaha perempuan yang tergabung dalam Komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Perempuan OK OCE Kota Bandar Lampung melalui pemasaran digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan peningkatan literasi keuangan.

Kegiatan bertajuk “Optimalisasi UMKM Perempuan OK OCE melalui Pemasaran Digital Berbasis AI dan Literasi Keuangan” merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan pendanaan Tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Program ini dilaksanakan karena hasil asesmen awal menunjukkan masih rendahnya pemanfaatan teknologi digital dan pencatatan keuangan. Hanya sekitar 35 persen mitra memiliki akun bisnis aktif, sekitar 80 persen belum menggunakan AI untuk pemasaran, dan sekitar 73 persen belum memiliki pembukuan usaha aktif. Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta belajar mengoptimalkan Instagram Business, WhatsApp Business, marketplace, katalog digital, serta pembuatan konten promosi. AI digunakan untuk membantu menghasilkan ide konten, slogan, copywriting, dan konsep visual yang disesuaikan dengan karakter masing-masing produk.

Pada aspek keuangan, mitra dilatih memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, mencatat penerimaan dan pengeluaran, menghitung harga pokok produksi, margin keuntungan, harga jual, laba rugi, serta arus kas menggunakan buku kas, spreadsheet, maupun aplikasi sederhana.

Hasil monitoring menunjukkan perubahan positif. Selama tiga bulan pendampingan, penjualan daring meningkat sekitar 30 persen. Seluruh mitra telah memiliki akun bisnis, sedangkan pemanfaatan AI untuk pemasaran, pembukuan aktif, dan penggunaan aplikasi keuangan sederhana telah mencapai sekitar 90 persen.

Program ini tidak hanya meningkatkan penggunaan teknologi, tetapi juga mendorong perubahan cara pelaku usaha mengambil keputusan. Konten mulai direncanakan, transaksi lebih tertib dicatat, biaya dihitung, dan harga jual ditetapkan berdasarkan informasi usaha yang lebih terukur. Ke depan, pendampingan diarahkan pada konsistensi pemasaran digital, pembukuan rutin, monitoring kinerja usaha, dan penguatan jejaring agar UMKM perempuan OK OCE semakin mandiri, adaptif, dan berdaya saing.*