KPK Panggil Plt Gubernur Riau sebagai Saksi Kasus Korupsi Abdul Wahid
FORUM KEADILAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto dan Sekretaris Daerah (Sekda) Riau Syahrial Abdi sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, keduanya diperiksa terkait dugaan korupsi anggaran proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau.
“Saksi dugaan tindak pidana korupsi terkait anggaran proyek di Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau,” kata Budi kepada wartawan, Rabu, 11/2/2026.
Pemeriksaan terhadap SF Hariyanto dan Syahrial Abdi dilakukan di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau.
Selain keduanya, KPK juga memanggil Ade Agus Hartanto selaku Bupati Indragiri Hulu untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara yang sama.
Berikut daftar saksi yang dipanggil:
1. Marjani selaku Adc Gubernur Riau
2. Ade Agus Hartanto selaku Bupati Indragiri Hulu
3. Purnama Irawansyah selaku Plt Ka Bappeda Riau
4. Hatta Said selaku swasta
5. Tata Maulana selaku swasta atau TA Gubernur Riau
6. SF Hariyanto selaku Plt Gubernur Riau
7. Khairil Anwar selaku Ka UPT I
8. Syahrial Abdi selaku Sekda Riau
9. Thomas Larfo selaku ASN Pemprov Riau
10. Fauzan Kurniawan selaku swasta
11. Ferry Yunanda selaku Sekdis PUPR Riau
12. Ardi Irfandi selaku eks Ka UPT Wil II Dinas PUPR Riau
13. Eri Ikhsan selaku Ka UPT Wilayah III Dinas PUPRPKPP Riau
14. Ludfi Hardi selaku Ka UPT Wilayah IV Dinas PUPRPKPP Riau
15. Basharuddin selaku Ka UPT Wilayah V Dinas Provinsi Riau
16. Rio Andriadi Putra selaku Ka UPT Wilayah VI Dinas PUPRPKPP Riau.
Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) Gubernur Riau Abdul Wahid pada awal November 2025. Kasus ini berkaitan dengan dugaan permintaan fee oleh Abdul Wahid terhadap bawahannya di UPT Dinas PUPR Riau.
KPK kemudian menetapkan tiga tersangka terkait kasus pemerasan di lingkungan Pemprov Riau. Ketiga tersangka tersebut, yaitu:
1. Gubernur Riau Abdul Wahid
2. Kepala Dinas PUPR-PKPP Muhammad Arief Setiawan
3. Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam.
KPK menduga, Abdul Wahid mengancam bawahannya jika tak menyetor duit yang dikenal sebagai ‘jatah preman’ senilai Rp7 miliar. Setidaknya, ada tiga kali setoran fee jatah pada Juni, Agustus, dan November 2025.*
Laporan oleh: Muhammad Reza
