Selasa, 27 Januari 2026
Menu

Kapolri: Saya Menolak Polisi di Bawah Kementerian, Lebih Baik Jadi Petani Saja

Redaksi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kesimpulan rapat kerja bersama Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 26/1/2026. | YouTube TVR Parlemen
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kesimpulan rapat kerja bersama Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 26/1/2026. | YouTube TVR Parlemen
Bagikan:

FORUM KEADILAN –   Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihaknya menolak mengenai wacana atau usul agar Polri di bawah Kementerian.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Listyo dalam kesimpulan rapat kerja bersama Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 26/1/2026.

Listyo menilai bahwa penempatan Polri di bawah Kementerian melemahkan Polri sendiri dan juga Presiden RI.

“Mohon maaf Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian, kami tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus, karena bagi kami posisi institusi Polri seperti saat ini adalah posisi yang saat ideal. Kita bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Listyo.

Pernyataan tersebut disambut oleh tepuk tangan dari seluruh peserta rapat di Komisi III DPR.

Dirinya memilih dicopot dari posisi Kapolri dibandingkan Institusi Polri harus di bawah Kementerian atau ada Kementerian Kepolisian.

“Oleh karena itu, apabila ada pilihan apakah polisi tetap di bawah Presiden atau polisi tetap di bawah Presiden namun ada menteri kepolisian, Kapolri tetap memimpin, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” ujarnya.

“Dan saya minta seluruh jajaran laksanakan ini, perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” tuturnya.

Listyo menekankan bahwa dirinya lebih menjadi petani daripada menjadi Menteri Kepolisian. Ia mengaku mendapatkan pesan yang menawarkannya menjadi Menteri Kepolisian dan menolak adanya usulan menempatkan Polri di bawah Kementerian tertentu.

“Jadi kalau tadi saya harus memilih karena beberapa kali ada yang menyampaikan, ‘Kapolri sudah 5 tahun, 5 tahun’. Kalau saya harus memilih, dan kemarin sudah saya sampaikan bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan kepada saya lewat WA, ‘Mau ndak Pak Kapolri jadi menteri kepolisian’. Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan Bapak-Bapak Ibu-Ibu sekalian dan seluruh jajaran, bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” tegasnya.

Posisi Polri, lanjutnya, di bawah Presiden saat ini sudah ideal dan dapat menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkamtibmas dan hukum.

“Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah bapak presiden, sehingga pada saat presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian-kementerian yang kemudian ini menimbulkan potensi matahari kembar,” katanya. *