Teknologi Pengolah Limbah dan AI Dorong Batik Siger Lampung Lebih Hijau
FORUM KEADILAN – Tim Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) mendorong transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Batik Siger Lampung menjadi usaha ekonomi kreatif yang lebih ramah lingkungan dan adaptif terhadap pemasaran digital melalui penerapan teknologi pengolahan limbah cair serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan bertajuk “Penguatan Ekonomi Kreatif Batik Siger Lampung melalui Inovasi Pengolahan Limbah dan Pemasaran Digital Berbasis AI” merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan pendanaan Tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Tim diketuai Salamah, dengan anggota M. Sholihin dan Marzuki, serta melibatkan mahasiswa dalam pendampingan kegiatan.

Program menyasar dua persoalan utama, yaitu pengelolaan limbah cair produksi batik dan pemasaran digital. Batik Siger memiliki sekitar 15 anggota aktif, termasuk pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas, dengan kapasitas produksi sekitar 200 sampai 250 lembar kain per bulan. Aktivitas produksi menghasilkan sekitar 30.000liter limbah cair setiap bulan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim UML menerapkan Teknologi Pengolah Limbah Cair Batik Portabel Berbasis Filtrasi dengan kombinasi sedimentasi, penyaringan mekanis, dan adsorpsi menggunakan pasir silika, karbon aktif, serta zeolit. Teknologi ini berkapasitas sekitar 40 liter per siklus dengan waktu filtrasi 60 sampai 90 menit.
Penerapan teknologi disertai pelatihan pengoperasian dan perawatan sehingga mitra mampu menggunakannya secara mandiri. Sistem tersebut ditargetkan membantu menurunkan zat warna, logam berat, dan partikel tersuspensi hingga 80 persen, setelah dikonfirmasi melalui monitoring dan pengujian kualitas air. Pada aspek pemasaran, tim memberikan pelatihan pemanfaatan AI untuk pengembangan ide konten, visual promosi, copywriting, branding, media sosial, dan strategi engagement. AI digunakan sebagai alat bantu pemasaran tanpa menghilangkan karakter budaya Lampung yang menjadi identitas Batik Siger.
Tim juga mengembangkan website digital terintegrasi yang memuat profil usaha, katalog produk, informasi pemesanan, lokasi, serta koneksi dengan media sosial dan marketplace. Program menargetkan peningkatan jangkauan pasar digital sekurang-kurangnya 70 persen.
Melalui sinergi perguruan tinggi dan UMKM, Batik Siger diharapkan berkembang menjadi usaha kreatif Lampung yang lebih hijau, inklusif, terdigitalisasi, mandiri, dan berdaya saing.*
