Teknologi Pengemasan dan Digitalisasi Dorong UMKM Lamban Kelor Naik Kelas
FORUM KEADILAN – Universitas Muhammadiyah Kalianda mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Lamban Kelor, Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, melalui penerapan teknologi pengemasan otomatis dan pemasaran digital.
Kegiatan tersebut merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang memperoleh pendanaan Tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Program bertema “Pemberdayaan UMKM Lamban Kelor melalui Teknologi Pengemasan Otomatis dan Penyediaan Website Pemasaran Digital Berbasis Job-Relevant Training” dilaksanakan pada 29 sampai 31 Juli 2026. Kegiatan melibatkan pelaku UMKM, perangkat Desa Bulok, masyarakat, mahasiswa, dan sejumlah pihak terkait.

UMKM Lamban Kelor merupakan usaha yang telah berkembang sejak 2015 dengan produk unggulan berbahan dasar daun kelor, salah satunya teh kelor. Sebelum program dilaksanakan, proses penimbangan dan pengisian produk masih dilakukan secara manual dengan kapasitas sekitar 200 sampai 300 kemasan per bulan. Untuk meningkatkan efisiensi produksi, tim pengabdian menerapkan Particle Weighing Filling Machine yang membantu proses penimbangan dan pengisian produk secara lebih cepat dan konsisten. Penerapan teknologi disertai instalasi, uji coba, pengaturan berat isi, serta pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin kepada mitra.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UM Kalianda, Lukman Nuzul Hakim, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa penerapan teknologi harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
“Teknologi yang diberikan harus diikuti dengan peningkatan kompetensi SDM. Karena itu, kami menggunakan pendekatan Job-Relevant Training, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi langsung belajar menggunakan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas usaha mereka,” ujarnya.
Selain meningkatkan produksi, program juga memperkuat pemasaran melalui pembangunan website lamban-kelor.com berbasis CMS WordPress. Website tersebut dirancang sebagai pusat informasi, promosi, branding, serta pemasaran produk yang dapat dikelola secara berkelanjutan oleh UMKM.
Anggota tim, Susilawati, S.Sos., M.IP., M.M., menjelaskan bahwa digitalisasi diperlukan agar produk lokal mampu menjangkau konsumen secara lebih luas.
“Produk UMKM memiliki potensi yang besar, tetapi harus didukung dengan cara pemasaran yang sesuai dengan perkembangan perilaku konsumen. Website menjadi salah satu media untuk memperkenalkan produk secara lebih profesional dan memperluas jangkauan pemasaran,” katanya.
Sementara itu, Lismaini, S.P., M.Si. mendampingi aspek teknis penggunaan mesin pengemasan, mulai dari pengaturan berat isi, prosedur operasional, keselamatan kerja, hingga pembersihan dan perawatan peralatan. Program menargetkan kapasitas produksi meningkat menjadi 400 sampai 500 kemasan per bulan, waktu pengemasan menjadi sedikitnya 50 persen lebih cepat, serta berat isi produk menjadi lebih konsisten. Pada aspek pemasaran, website ditargetkan memiliki sedikitnya lima halaman dan 10 konten produk, dengan target peningkatan penjualan daring minimal 30 persen dalam tiga sampai enam bulan.
Pelaksanaan program juga mendukung SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, terutama melalui peningkatan produktivitas UMKM, penggunaan teknologi tepat guna, dan transformasi digital.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pelaku usaha, program ini diharapkan tidak berhenti pada penyerahan teknologi. UM Kalianda dan UMKM Lamban Kelor berkomitmen menjadikan inovasi produksi, peningkatan keterampilan SDM, penguatan branding, dan pemasaran digital sebagai fondasi untuk membawa produk lokal Desa Bulok semakin kompetitif dan mendorong UMKM naik kelas.*
