Polda Metro Benarkan Firli Bahuri dan SYL Pernah Bertemu di Rumah Kertanegara

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak memberikan keterangan terkait proses penyidikan kasus dugaan pemerasan terhadap SYL, di Polda Metro Jaya, Jumat, 27/10/2023 | Charlie Adolf Lumban Tobing/Forum Keadilan
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak memberikan keterangan terkait proses penyidikan kasus dugaan pemerasan terhadap SYL, di Polda Metro Jaya, Jumat, 27/10/2023 | Charlie Adolf Lumban Tobing/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Polda Metro Jaya membenarkan bahwa Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pernah bertemu di rumah rehat Kertanegara Nomor 46, Jakarta Selatan.

“Tadi materi penyidikan ya, tapi yang jelas ada (pertemuan),” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Jumat, 3/11/2023.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, polisi telah menggeledah rumah Firli di dua tempat, di Jalan Kertanegara No 46, Jakarta Selatan, dan di Vila Galaksi A2 Nomor 60, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 26/10.

Diketahui, rumah Kertanegara merupakan milik Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta yang disewakan untuk Firli sejak 2020 dengan biaya sewa sebesar Rp650 juta per tahunnya. Rumah tersebut digunakan oleh Firli sebagai rumah rehat.

Dari dua penggeledahan tersebut, penyidik membawa beberapa alat bukti. Ade menegaskan bahwa penggeledahan di dua lokasi tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang diselidiki.

“Jadi terkait dengan beberapa spot atau tempat-tempat atau rumah tertutup yang kemarin sempat dilakukan penggeledahan oleh tim penyidik berarti ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini dilakukan penyidikannya oleh tim penyidik gabungan,” ujarnya.

Kasus dugaan pemerasan SYL telah masuk ke dalam tahap penyidikan berdasarkan gelar perkara pada Jumat, 6 Oktober 2023.

Dalam kasus dugaan pemerasan SYL, penyidik menggunakan Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf B, atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 65 KUHP.

Polisi pun akan segera melakukan gelar perkara penetapan tersangka di kasus dugaan pemerasan SYL.

“Jadi rekan-rekan sekalian bahwa akan dilakukan gelar perkara penetapan tersangka yang sudah kita schedule-kan,” jelas Ade.*