Minggu, 31 Agustus 2025
Menu

Anies Singgung Peran Presiden RI di PBB: Kepala Negara Tidak Muncul, Selalu Menlu

Redaksi
Anies Baswedan | YouTube Anies Baswedan
Anies Baswedan | YouTube Anies Baswedan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan periode 2017-2022 menyinggung peran Presiden RI di Forum Internasional, terutama Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menurutnya tidak terlihat selama beberapa tahun terakhir.

Anies pun mendorong kehadiran kepala negara di Forum Internasional, tidak selalu diwakili oleh Menteri Luar Negeri (Menlu).

“Kita harus selalu muncul dalam pertemuan-pertemuan global. Bapak ibu sekalian bertahun-tahun Indonesia absen di pertemuan PBB. Kepala negara tidak muncul. Selalu Menteri Luar Negeri,” ujar Anies saat berpidato dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Gerakan Rakyat, di Jakarta Pusat, Minggu, 13/7/2025.

Namun, Anies tidak menyebut nama Presiden yang lama tidak muncul di forum PBB. Tetapi, dirinya mengingatkan bahwa Indonesia merugi bila pasif di forum Internasional.

Anies pun memberikan analogis Indonesia seperti seorang yang mempunyai rumah besar di kampung, namun tidak pernah ikut rapat RT.

“Kalau kita tidak aktif di dunia internasional. Itu seperti begini. Kita warga kampung. Ukuran kampungnya nomor 4 terbesar. Ukuran rumahnya nomor 4 terbesar di RT itu. Tapi kalau rapat kampung kita tidak pernah datang. Cuman kita bayar iuran jalan terus,” katanya.

Anies menyebut Indonesia punya posisi penting di Asia Tenggara di tengah ketegangan kawasan Asia-Pasifik.

Menurutnya, Indonesia memiliki tugas menjaga kawasan ASEAN tetap teduh, sebagai salah satu kawasan yang berpotensi menjadi masa depan di Asia.

“Di Timur ada Tiongkok paling besar, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Taiwan ini semua wilayah yang suasananya tegang, bukan yang suasananya teduh. Tak terbayangkan utara dan selatan. Antara Korea Selatan dan selatan tegang. Antara Tiongkok dengan Jepang, tegang,” sambungnya.

“Wilayah yang ini (ASEAN) teduh. Dan Indonesia harus bisa menjaga keteduhan di wilayah ini. Jadi, kita kalau melihat ini. Inilah wilayah yang harus bisa menjadi kekuatan masa depan di Asia,” tambahnya.*