Negosiasi Iran-AS di Swiss Rampung, Bentuk Empat Kelompok Kerja
FORUM KEADILAN – Negosiasi teknis antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss telah selesai. Diputuskan bahwa kelompok-kelompok negosiasi akan dibentuk untuk membahas isu-isu nuklir.
Hal ini disampaikan oleh media pemerintah Iran pada Selasa, 23/6/2026.
“Memutuskan bahwa empat kelompok kerja akan dibentuk: Penghentian Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, hingga Pemantauan dan Implementasi,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dilansir kantor berita AFP, Selasa, 23/6/2026.
Di sisi lain, Kepala Negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Selat Hormuz akan dikelola oleh Teheran. Hal tersebut disampaikan usai pembicaraan yang mendorong mengakhiri perang Amerika Serikat-Israel di republik Islam, pada Selasa, 23/6/2026.
Dalam putaran pertama, pembicaraan yang digelar di Swiss pada hari pada Senin, 22/6/2026, Iran dan Amerika Serikat sepakat pada untuk membangun jalur komunikasi untuk menjaga Selat Hormuz pada terbuka dan mengakhiri pertempuran di Lebanon.
“Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Republik Islam Iran, sesuai dengan hukum internasional,” kata Ghalibaf saat kembali dari pertemuan tersebut, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, dilansir AFP, Selasa, 23/6/2026.
Dalam sebuah video yang diunggah ke akun Telegram Ghalibaf, ia mengatakan pembicaraan di resor mewah Swiss, Burgenstock itu menghasilkan “pencapaian yang baik”.
“Menurut saya, perjalanan ini menghasilkan pencapaian yang baik, terutama mengenai diskusi tentang Selat Hormuz, diskusi tentang Lebanon, masalah pengecualian minyak, dan masalah pencairan dana yang dibekukan,” kata Ghalibaf.
Sebagai informasi, AS untuk sementara menangguhkan sanksi terhadap minyak Iran usai Wakil Presiden JD Vance mengatakan bahwa Teheran akan mengizinkan inspektur nuklir PBB untuk kembali ke negara itu, usai pembicaraan tersebut.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Teheran juga akan mendapatkan beberapa bentuk keringanan sanksi dari Washington, hingga pencairan aset.
“Tentu saja, kita percaya bahwa kita masih berada di awal pekerjaan ini dan harus melanjutkan upaya kita,” pungkas Ghalibaf. *
