HUT Ke-81 RI, Bahlil Minta Golkar Dukung Penuh Program Presiden Prabowo
FORUM KEADILAN — Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia meminta seluruh kader Golkar mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan oleh Bahlil saat memberikan pengarahan dalam acara perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa, 18/8/2026.
Bahlil mengatakan bahwa momentum kemerdekaan harus diisi dengan tindakan nyata. Menurutnya, Golkar memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Kita semua bersukacita menyambut 17 Agustus, momen yang dicita-citakan untuk mengisi kemerdekaan. Tentu, tidak cukup hanya dengan kata-kata, jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana kita mengisinya dengan tindakan nyata,” kata Bahlil.
Dia menegaskan Golkar harus sejalan dengan program-program pemerintah Presiden Prabowo. Bahlil mengingatkan agar tidak terjadi perbedaan antara gagasan pemerintah dengan pelaksanaan program di lapangan.
“Oleh karena itu, kita harus mendukung penuh program Bapak Presiden. Jangan sampai terjadi distorsi antara gagasan dan pelaksanaan program di lapangan,” ujar Bahlil.
Bahlil menyebut sejumlah program pemerintah yang harus mendapat dukungan Golkar, mulai dari sektor energi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa (Kopdes).
Menurut Bahlil, Golkar saat ini memiliki posisi strategis dalam pemerintahan. Dia menyebut Golkar menjadi Partai dengan perolehan kursi terbanyak kedua di parlemen setelah PDI-P
Namun, Golkar dipercaya mendapatkan porsi kursi terbesar di kabinet pemerintahan Presiden Prabowo.
“Partai kita berada di posisi kedua dengan perolehan kursi terbanyak di parlemen, di bawah PDI-P. Namun, Golkar dipercaya memegang porsi kursi terbesar di kabinet. Ini adalah pencapaian yang harus kita banggakan,” tutur Bahlil.
Karena itu, Bahlil menekankan pentingnya Golkar memastikan program-program pemerintah dapat berjalan sesuai dengan target.
Dia mengatakan keberanian melakukan perubahan strategi diperlukan apabila komposisi yang ada belum mampu mencapai target.
“Jika komposisi lama belum mampu mencapai target, kita harus mengubah formasinya. Begitu pula di dalam kabinet, reshuffle atau rotasi sangat mungkin terjadi jika ada yang dinilai tidak memenuhi target,” kata Bahlil.
Bahlil menilai perubahan tersebut merupakan bagian dari dinamika yang harus dijalani untuk memastikan bahwa setiap visi dapat berjalan secara efektif. *
Laporan oleh: Muhammad Reza
