Roy Suryo Pastikan Tak Ada Pemenang Sayembara Ijazah Wapres Gibran yang Digagas Denny Indrayana
FORUM KEADILAN – Pakar teleinformatika Roy Suryo memberikan respons terhadap pernyataan sayembara ijazah SMA milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dilontarkan oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana.
“Siapa yang bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajat (asli) milik Wapres Gibran Rakabuming Raka (GRR) akan mendapatkan hadiah senilai (Rp100 juta + Rp99 juta + Rp50 juta) = Rp249 juta,” ujar Denny Indrayana.
Roy Suryo menilai bahwa sayembara yang dibuat oleh Denny Indrayana cukup menarik. Namun, dirinya memastikan tidak akan ada pemenangnya dalam sayembara tersebut karena Gibran diduga tidak memiliki ijazah SMA/sederajat.
“Berdasarkan hasil penelitian saya langsung saat berada di kampus UTS (University of Technology Sydney) beberapa waktu lalu yang jelas membuktikan bahwa hal tersebut memang tidak pernah ada,” tegas Roy Suryo.
Roy pun menegaskan bahwa Surat Keterangan Penyetaraan ijazah versi Dirjen Dikdasmen bisa diprediksi olehnya sebanyak 99,9 persen palsu seperti ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Karena seharusnya hanya bisa diperoleh jika memenuhi semua syarat yang harus dipenuhi, bukan hanya selembar ijazah atau sertifikat sebagaimana contoh asli milik lulusan UTS-Insearch tahun,” jelasnya.
Oleh karena itu, Roy kembali menyatakan bahwa sayembara tersebut memang menarik dan hal ini semakin menguatkan upaya yang dilakukan oleh Subhan Palal serta Mercy Sihombing melalui PN Jakarta Pusat dan PTUN yang diketahui hasilnya adalah sebuah pelanggaran syarat pendidikan, dikarenakan tidak memiliki ijazah setingkat SMA sah yang dapat berujung ke pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Diketahui sebelumnya, mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk dapat menunjukkan ijazah, sertifikat, atau surat-surat keterangan lulus dari UTS Insearch yang menjadi dasar penyetaraan pendidikan setara SMA/SMK.
Menurut Denny, dokumen yang selama ini diperlihatkan ke publik hanya seperti ijazah Bachelor of Science dari University of Bradford.
“Jika Mas Wapres bisa menunjukkan ijazah asli SMA/sederajat, saya berhenti meminta Gibran mundur. Sebaliknya, jika Mas Wapres tidak bisa tunjukkan, Gibran wajib legowo mundur,” ujar Denny melalui akun Facebook pribadinya, dikutip Senin 10 Agustus 2026.
Denny pun menantang kepada siapa pun yang dapat menunjukkan ijazah asli SMA/Sederajat Gibran, akan diberi hadiah Rp100 juta.
Denny menilai Surat Keterangan Kemendikbud tertanggal 6 Agustus 2019 yang menyatakan Gibran sudah menyelesaikan Grade 12 di UTS Insearch dan setara lulusan SMK berbeda dengan keputusan penyetaraan ijazah.
“Sehingga penting untuk memastikan syarat pencalonan wakil presiden telah terpenuhi,” kata Denny. *
