Selasa, 04 Agustus 2026
Menu

Tanggapi Dugaan Isu Kerusuhan Agustus, Sahroni: Medsos Itu Ringan Tangan

Redaksi
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4/8/2026. | Novia Suhari/ Forum Keadilan
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4/8/2026. | Novia Suhari/ Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menanggapi isu dugaan kerusuhan besar yang disebut-sebut akan terjadi pada Agustus, termasuk mengenai sejumlah pusat perbelanjaan atau mal yang memasang pagar tinggi sebagai langkah antisipasi. Menurutnya, masyarakat tidak perlu mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

Sahroni menilai, berbagai isu yang beredar di media sosial berpotensi menjadi bagian dari upaya menciptakan kondisi tertentu yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Nah, kalau ngomong cipta kondisi kan ada pihak-pihak yang mungkin, kita kan enggak tahu namanya media sosial kan ringan tangan ya,” kata Sahroni, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4/8/2026.

Ia berharap seluruh pihak dapat lebih mengedepankan penyebaran informasi yang benar dan tidak memperkeruh suasana dengan isu-isu yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

“Tapi kita berharap para pihak lebih menguatkan pada isu-isu yang tidak benar, dan jangan menakutkan begitu kan. Karena masyarakat perlu kenyamanan. Dan kita harap negara ini negara yang kuat, dan jangan ada hal-hal yang menakutkan masyarakat. Itu aja,” ujarnya.

Politikus Partai NasDem itu juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga persatuan dan stabilitas nasional. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau kelompok tertentu.

“Ya kita sayang sama negara ini. Maka kita harus jaga sama-sama, tidak berpedoman pada satu pihak atau kelompok,” ucapnya.

Ia mengingatkan, kerugian bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia apabila kerusuhan besar benar-benar terjadi.

“Tapi kita harus bersama-sama menguatkan negara ini lebih kuat. Sayangilah negara kita, karena kalau kita nanti ada keributan, yang rugi kita semua. Bukan kepada satu orang atau kelompok. Mari kita jaga sama-sama untuk kepentingan rakyat dan Republik Indonesia,” tutupnya. *

Laporan oleh: Novia Suhari