SPPG Dilarang Gunakan Barang Subsidi, Komisi IX Minta BGN Terbitkan SE
FORUM KEADILAN – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono tidak hanya menyampaikan larangan penggunaan barang subsidi seperti Minyakita dan gas LPG 3 kilogram melalui media sosial. Menurutnya, kebijakan tersebut harus dituangkan dalam Surat Edaran (SE) yang disebarkan kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.
Irma menilai, penyampaian informasi melalui media sosial saja tidak cukup untuk memastikan seluruh SPPG memahami aturan tersebut.
“Pak Sudar jangan bicara di medsos. Tapi dia harus mengeluarkan surat edaran ke semua SPPG yang ada, berikut sanksi yang akan dikenakan di surat edaran itu. Kalau cuman bicara di media, nanti SPPG di daerah-daerah yang mungkin belum mendengar apa yang disampaikan di medsos itu tidak sampai kepada SPPG-SPPG tersebut,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28/7/2026.
Agar seluruh SPPG memahami bahwa barang-barang bersubsidi apa saja yang diperuntukkan bagi masyarakat penerima manfaat dan tidak boleh digunakan dalam operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Nah, ini juga saya melakukan kritisi nih kepada beliau. Harus bikin surat edaran ke seluruh SPPG yang ada, gitu ya, agar jangan menggunakan bahan bakar yang memang itu diperuntukkan bagi masyarakat yang penerima subsidi,” ujarnya.
Irma juga meminta, selain penerbitan surat edaran juga bisa dibarengi dengan inspeksi rutin terhadap operasional SPPG. Terutama terhadap koordinator wilayah (Korwil), koordinator kecamatan (Korcam), hingga kepala SPPG. Menurutnya, masih ditemukan sejumlah SPPG yang tidak menyajikan menu sesuai ketentuan maupun anggaran yang telah ditetapkan, namun tetap beroperasi tanpa adanya tindakan.
“Banyak SPPG-SPPG yang tidak memberikan menu sesuai yang ditetapkan, sesuai harga, kenapa masih bisa terjadi? Itu kan tanggung jawab Korcam, Korwil. Tanggung jawab Kepala SPPG juga. Kok masih bisa berjalan? Artinya mereka enggak kerja, itu aja poin saya! Maka saya minta mereka untuk dievaluasi,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
