Legislator Soroti Para Pengembang Bangun Perumahan di Lokasi Rawan Bencana
FORUM KEADILAN – Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto menyoroti pengelolaan tata ruang di daerah. Ia menyayangkan masih adanya pengembang (developer) perumahan yang membangun permukiman di lokasi yang masuk dalam kawasan rawan bencana.
Edi menegaskan, konsistensi dalam penerapan tata ruang harus menjadi perhatian, khususnya di wilayah yang memiliki potensi bencana, baik akibat aktivitas gunung api maupun bencana lainnya.
“Yang kita selalu ingatkan, di wilayah-wilayah rawan bencana, baik itu gunung maupun apa pun namanya, tata ruangnya harus konsisten,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 10/9/2026.
Menurutnya, pengembang juga harus memperhatikan aspek keselamatan dalam menentukan lokasi pembangunan perumahan. Ia menilai, pembangunan permukiman di kawasan berbahaya berpotensi meningkatkan risiko bagi masyarakat ketika bencana terjadi.
“Mohon maaf dengan segala hormat, kadang-kadang kan pengembang itu bikin perumahan luar biasa di anak apa itu gunung yang memang berbahaya, di sempadan (jalur) sungai yang memang berbahaya, ini yang kita cermati. Maka konsistensi kepada tata ruang itu juga penting,” ujarnya.
Selain persoalan lokasi permukiman, Edi menekankan pentingnya pemerintah daerah memiliki pemetaan kelompok rentan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Menurutnya, kelompok seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang sedang sakit perlu mendapatkan perhatian khusus ketika kondisi bencana mulai memasuki tahap waspada.
“Harus kita petakan, terutama kepada kelompok rentan, lansia, disabilitas, sakit,” tegasnya.
Edi mengatakan, pemetaan tersebut harus diketahui hingga tingkat pemerintahan paling bawah. Dengan demikian, petugas dapat segera menentukan langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat.
“Maka oknumnya saja bupati, camat, kades, RT harus tahu. Sehingga dengan peta begini, kita sudah siap petugas kita akan melakukan apa,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
