Jumat, 11 September 2026
Menu

Tiga Petugas Pertanian Gugur di Papua, Komisi I Minta Pemerintah Serius Tangani Serangan KKB

Redaksi
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 26/6/2025 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 26/6/2025 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang diduga ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas membagikan bantuan di Distrik Muliama, Papua Pegunungan.

“Mereka sedang menjalankan tugas melayani masyarakat. Negara wajib melindungi setiap warga negara, terlebih mereka yang bertugas menghadirkan pembangunan dan ketahanan pangan di Papua.” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 11/9/2026.

Sukamta meminta aparat harus mengusut tuntas pelaku dan jaringan di balik penembakan, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Jangan berhenti pada siapa yang menarik pelatuk. Ungkap siapa yang merencanakan, memasok senjata, dan memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan ini,” ujarnya.

Sukamta menilai meningkatnya serangan KKB terhadap masyarakat sipil harus menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, sasaran terhadap warga sipil dapat menjadi indikasi bahwa kelompok bersenjata semakin mengandalkan teror dan penciptaan ketakutan sebagai cara untuk mempertahankan pengaruhnya.

“Ketika masyarakat sipil semakin sering dijadikan sasaran, ini menunjukkan bahwa teror dan rasa takut menjadi salah satu cara yang digunakan KKB untuk menunjukkan eksistensinya. Negara tidak boleh membiarkan strategi teror seperti ini berhasil,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pemerintah memperkuat deteksi dini, intelijen, pengamanan wilayah, dan perlindungan terhadap masyarakat sipil, khususnya mereka yang bekerja di sektor pelayanan publik seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

“Semakin banyak sasaran sipil, semakin kuat pula kebutuhan untuk meningkatkan deteksi dini dan perlindungan masyarakat. Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak. Ini saat yang bagus bagi Pemerintah Pusat, Pemda, dan Masyarakat bersama – sama untuk peningkatan keamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua tanpa kecuali,” pungkasnya.*