Selasa, 09 Juni 2026
Menu

Ratusan SPPG di Aceh-Jateng Belum Terima Dana MBG, Operasional Terhenti

Redaksi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang | Ist
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Aceh, Batam, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga NTB berhenti melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin, 8/6/2026.

Sebanyak 7 SPPG di Banda Aceh berhenti menyediakan MBG karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat belum diterima oleh pengelola dapur.

Koordinator SPPG Wilayah Banda Aceh, Muhammad Reza mengatakan dana yang digunakan untuk menjalan aktivitas dapur telah habis. Sementara dana pengganti yang biasanya dikirim secara berkala belum masuk ke rekening pengelola.

“Saldo dana belum dikirim, jadi dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional dapur itu sudah tidak ada. Saat ini mereka masih menunggu top up dana dari BGN pusat,” ujar Reza kepada wartawan, Senin, 8/6/2026.

Menurutnya, dari total 37 dapur MBG yang beroperasi di Banda Aceh, hanya tujuh dapur yang terdampak dan terpaksa menghentikan layanan. Sementara dapur lainnya masih dapat beroperasi karena memiliki sisa dana untuk menutupi kebutuhan operasional harian.

Di samping itu, lebih dari 50 dapur SPPG di wilayah Batam, Kepulauan Riau juga berhenti beroperasi dengan alasan yang sama.

“Terkait berhentinya operasional beberapa SPPG memang terjadi mulai hari ini, hal ini dikarenakan belum turunnya anggaran operasional untuk SPPG,” kata Koordinator MBG wilayah Batam, Defri Fernaldi.

Defri menjelaskan bahwa SPPG baru dapat beroperasi ketika anggaran dari APBN telah masuk ke dalam virtual akun (VA) SPPG. Ia mengatakan SPPG dilarang beroperasi bila anggaran itu belum masuk dan juga dilarang menggunakan dana talangan dari mitra.

“Informasi tambahan yang kami terima adalah SPPG yang belum mendapatkan anggaran, akan dilakukan top up hari ini, Senin (8/6) dari tim keuangan dan KPPN dan akan mulai operasional kembali setelah anggaran tersebut masuk ke dalam VA,” paparnya.

Diketahui, hal yang serupa juga dialami ratusan SPPG di NTB, Jawa  Tengah dan Jawa Barat.

Di NTB, sebanyak 195 dapur SPPG berhenti beroperasi sementara sambil menunggu pencairan dana MBG ke rekening pengelola.

Akibat anggaran itu, ratusan ribu penerima manfaat juga mengalami dampak tersebut dan tidak menerima distribusi makanan seperti biasanya.

Di sisi lain, Kepala BGN, Nanik S Deyang, membantah isu penyaluran dana program MBG terhambat atau dihentikan. Menurutnya, pencairan dana untuk operasional program sudah dilakukan sejak Jumat, 5/6/2026, dan kembali dilanjutkan pada awal pekan ini.

Nanik menjelaskan bahwa sebagian informasi yang beredar terkait kendala penyaluran dana MBG tak sepenuhnya benar.

“Sebagian dari hoaks. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat,” kata Nanik usai pelantikannya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 8/6/2026.

Nanik menyebut proses pencairan memang berlangsung bertahap. Sebagian dana sudah dicairkan pada Jumat, 5/6 lalu, sementara pencairan berikutnya dilakukan pada hari ini, Senin, 8/6/2026.

“Jadi memang ada beberapa yang apa namanya yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan,” tuturnya.

Menurutnya, BGN juga menerima laporan adanya pencairan anggaran dalam jumlah besar pada hari yang sama.

“Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan Rp5 triliun ya dicairkan hari ini,” ujar Nanik.

Nanik menegaskan persoalan yang terjadi lebih bersifat administratif dan teknis, bukan karena adanya penghentian pendanaan program MBG.

“Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan Rp5 triliun ya dicairkan hari ini,” tegasnya. *