Senin, 04 Mei 2026
Menu

Amien Rais Respons Langkah Hukum Komdigi soal Videonya: Yang Berhak Teddy Sendiri

Redaksi
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais dalam video yang diunggah Kamis, 30/4/2026 | YouTube Amien Rais Official
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais dalam video yang diunggah Kamis, 30/4/2026 | YouTube Amien Rais Official
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais merespons usai videonya viral lantaran menyebut terdapat hubungan istimewa antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya.

Amien Rais menyebut bahwa pernyataannya tersebut sebaiknya dilihat sebagai bentuk dari kebebasan berpendapat seorang warga negara.

“Saya yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar kita tidak dibatasi, tidak dibungkam,” ungkap Amien Rais di sela Musyawarah Nasional Partai Ummat di Yogyakarta, Sabtu, 2/5/2026 malam.

Mantan Ketua MPR ini memandang bahwa Indonesia yang merupakan negara demokrasi, seharusnya menjamin kebebasan berpendapat walaupun apa yang diungkapkan bertentangan dengan penguasa atau kelompok lainnya.

Sementara itu, Amien Rais mengaku memiliki alasan sendiri terkait tudingan tentang hubungan Prabowo dan Teddy yang ia sebut melampaui batas profesional itu.

“Kalau soal Teddy ini, memang saya kumpulkan dari berbagai informasi, dari YouTube maupun berbagai channel media sosial itu, saya kira hampir meyakinkan bahwa ada something very unusual (sesuatu yang sangat tidak biasa) tentang saudara Teddy,” jelas Amien Rais.

Kata Amien Rais, sesuatu yang tidak biasa tersebut bisa terjadi lantaran Teddy diberikan kekuasaan yang berlebih oleh Prabowo.

“Saya melihat Teddy ini hanya nggulet (menempel) terus ke Pak Prabowo. Sampai-sampai yang menentukan tamu, siapa menteri, mana jenderal yang bisa ketemu Pak Prabowo itu si Teddy ini,” tuturnya.

Dengan demikian, supaya tidak menjadi stigma buruk di masyarakat, menurut Amien Rais, sebaiknya Prabowo memberikan kesibukan atau posisi di tempat lain kepada Teddy. Dengan demikian, maka Teddy tidak akan mengganggu pemerintahannya.

“Teddy ini kan sesungguhnya cuma Sekretaris Kabinet, tapi seolah-olah paling berwibawa, merasa lebih penting dari sekretaris kabinet,” kata Amien Rais.

“Dia bisa memilah-milih tamu, mana yang bisa diterima, mana yang tidak,” lanjut Amien Rais.

Dirinya mengaku mendengar secara langsung cerita seorang menteri koordinator yang mengatakan bahwa dia kesulitan untuk bertemu dengan Prabowo. Hal ini lantaran pertemuan diatur oleh Teddy.

“Menko itu cerita, ‘Mas Amin, saya itu kadang-kadang mau ketemu Presiden tidak bisa karena kata Teddy tidak ada waktu atau belum ada waktu’ begitu,” ungkap Amien.

Padahal menteri teersebut tahu bahwa Prabowo ada di Istana. Bahkan katanya, menteri tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit saja untuk bertemu melaporkan tugasnya.

“Nah yang seperti ini menjadi blunder bagi kepemimpinan Pak Prabowo,” kata Amien.

Amien kemudian menyarankan supaya Teddy diberikan pekerjaan lain dan posisinya digantikan dengan orang yang tidak menjadi beban. Menurutnya, Teddy tidak perlu dihukum, dihujat, atau dibuang.

Amien Rais pun merespons santai terkait Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mengancam bakal membawa penyebar video tersebut ke ranah hukum. Sebab, dirinya diberitahu oleh ahli-ahli hukum bahwa Komdigi tidak berhak memproses hukum atas hal ini, melainkan Teddy itu sendiri.

“Saya diberi tahu ahli-ahli hukum itu, Komdigi tidak berhak. Jadi yang berhak itu si Teddy, nah itu baru akan dibawa ke pengadilan. Dan di pengadilan saya akan yakin sekali, tunjukkan! Saya minta beberapa dokter spesialis apakah betul dia itu gay atau bukan,” tegas Amien.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid buka suara terkait video Amien Rais dan mengatakan bahwa video tersebut adalah bentuk dari pembunuhan karakter. Ia juga menyebut video tersebut memuat narasi fitnah.

“Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat,” ungkap Meutya lewat unggahan di Instagram @kemkomdigi, dikutip Sabtu, 2/5.

Ia juga mengungkapkan bahwa pernyataan Amien Rais mengandung ujaran kebencian dan dapat berpotensi memecah belah bangsa.

“Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah Hoaks, Fitnah serta mengandung Ujaran Kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa,” ujar Meutya.

“Ruang demokrasi digital adalah ruang adu gagasan bukan ruang memproduksi konten kebencian yang menyerang martabat manusia manapun,” lanjut Meutya.

Dengan demikian, Komdigi bakal mengambil langkah yang sesuai undang-undang (UU). Kata Meutya, siapa pun yang membuat dan ikut mendistribusikan dan/atau mentransmisikan video tersebut secara sadar, sudah melanggar hukum seperti yang diatur dalam UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2).

Diketahui, Amien Rais mengunggah sebuah video yang melontarkan kritik kerasnya terhadap kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Seskab Teddy Indra Wijaya. Dalam pernyataannya, Amien mengaitkan isu kedekatan keduanya dengan aspek moralitas. Dirinya juga menyebut hal itu telah melampaui batas profesionalitas.

Video yang berjudul “JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL” dengan durasi sekitar 8 menit ini, sekarang sudah tidak bisa diakses di kanal YouTube Amien Rais Official.*