Kamis, 23 April 2026
Menu

Ade Armando-Permadi Arya Dilaporkan Ke Polda Buntut Video JK

Redaksi
Politisi PSI Ade Armando
Politisi PSI Ade Armando | Dok. Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILANAde Armando dan Permadi Arya dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghasutan dan provokasi buntut potongan ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) saat berceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu.

Laporan tersebut dilayangkan Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) dan teregister dengan nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

“Kami mendatangi Polda Metro Jaya dalam rangka membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana penghasutan dan provokasi yang diduga dilakukan oleh saudara Ade Armando dan Permadi Arya melalui media sosial,” kata perwakilan APAM sekaligus pelapor Paman Nurlette kepada wartawan, Senin, 20/4/2026.

Nurlette mengatakan bahwa potongan ceramah JK yang diunggah Ade di channel YouTube Cokro TV dan Permadi di akun Facebooknya sudah menimbulkan kegaduhan hingga keonaran di ruang publik.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut memicu munculnya pandangan negatif, rasa kebencian, dan permusuhan.

“Saya haqqul yaqin bahwa kalau video itu diposting dalam keadaan yang utuh, tidak dipotong-potong seperti yang kita lihat sekarang, maka masyarakat tidak akan terkontaminasi, masyarakat tidak akan ikut terprovokasi dengan video semacam itu,” tuturnya.

Nurlette melaporkan Ade dan Permadi terkait dugaan pelanggaran Pasal 48 Juncto Pasal 32 UU ITE dan atau Pasal 243 KUHP.

Dalam laporan tersebut, pelapor juga menyertakan sejumlah barang bukti. Antara lain, video utuh ceramah JK, potongan video yang diunggah Ade di kanal YouTube Cokro TV hingga potongan video yang diunggah Permadi di akun Facebook.

Nurlette menekankan laporan yang dilayangkannya ini tidak mengatasnamakan Jusuf Kalla, tetapi inisiatif APAM.

“Bukan dari Bapak Jusuf Kalla kami melihat adanya mens rea dari potongan video tersebut sehingga membuat laporan,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, JK menyatakan apa yang disampaikannya dalam ceramah di UGM bukan penistaan agama. Ia menegaskan bahwa ceramahnya di UGM digelar saat Ramadan tahun ini dan saat itu diminta menyampaikan ceramah dengan tema perdamaian.

“Acara di UGM itu, acara ceramah bulan puasa seperti dilakukan di mana-mana di masjid. Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Perdamaian. Jadi khususnya temanya tentang langkah-langkah ke perdamaian,” ujar JK di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu, 18/4/2026.

JK mengaku menjelaskan mengenai soal apa itu perdamaian dan konflik. Ia juga menjelaskan konflik di dunia dan di Indonesia. Lalu menyinggung konflik di Poso dan Ambon.

JK menyebut saat itu konflik di dua daerah tersebut berlarut dan tidak ada yang bisa mendamaikan. Ia pada saat itu memutuskan untuk turun tangan penyelesaian konflik.

JK menyebut konflik di dua daerah tersebut terjadi karena masyarakat berpikir tengah berperang untuk agama. Ada tanggapan bahwa di antara masyarakat di daerah tersebut siapapun yang meninggalkan dianggap syahid atau menjadi martir. Ia menggunakan kata syahid karena berada di tengah Masjid.

“Dia pikir ini perang agama. Siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam. Kristen menamainya martir. Tapi sebenarnya saya berada di masjid dan tidak mengerti martir. Yang saya katakan ya karena hampir sama, syahid dan martir hampir sama. Cuma bedanya caranya,” jelas JK.

“Kalau syahid semua sama, mati karena membela agama. Itu syahid. Martir juga begitu, membela, mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja,” lanjutnya.

JK menegaskan apa yang disampaikan bukan tentang dogma dan ideologi agama. Menurutnya, tak ada ajaran di antara kedua agama untuk saling membunuh.

“Saya tidak bicara tentang dogma agama, saya tidak bicara tentang ideologi agama, tidak. Tentang kenapa mereka saling membunuh? Kenapa mereka saling membunuh? Ada enggak Islam dan Kristen? Tidak ada. Jadi mereka semua melanggar ajaran agama,” ujarnya. *