Kamis, 26 Maret 2026
Menu

DPR Apresiasi Pengunduran Diri Kabais TNI Usai Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Redaksi
Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono atau Dave Laksono Dalam Podcast Dialektika Madilog Forum di Forum Keadilan TV | YouTube Forum Keadilan TV
Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono atau Dave Laksono Dalam Podcast Dialektika Madilog Forum di Forum Keadilan TV | YouTube Forum Keadilan TV
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dave Laksono merespons pengunduran diri Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo dari jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, usai dugaan keterlibatan prajuritnya dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

Dave menilai langkah pengunduran diri tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan institusional yang patut diapresiasi. Menurutnya, setiap pejabat publik memiliki kewajiban menjaga integritas serta akuntabilitas jabatan yang diembannya.

“Langkah Kabais yang menyerahkan jabatan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kasus yang melibatkan Andrie Yunus adalah sikap yang patut diapresiasi, karena menunjukkan kesadaran akan pentingnya transparansi dan kepercayaan publik terhadap institusi negara,” katanya kepada Forum Keadilan, Kamis, 26/3/2026.

Ia juga menilai, TNI telah menunjukkan komitmen profesional dengan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan terbuka terkait kasus tersebut. Upaya ini, kata Dave, penting untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebelumnya menyita perhatian publik dan dinilai sebagai ancaman serius terhadap perlindungan pembela hak asasi manusia. Sejumlah pihak mendesak agar pengusutan dilakukan secara transparan dan tuntas.

Komisi I DPR RI menegaskan, mekanisme pertanggungjawaban tidak boleh berhenti pada aspek personal semata, melainkan harus menjadi momentum evaluasi kelembagaan. Evaluasi tersebut diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertahanan dan keamanan.

“Kami memandang ini sebagai momentum bagi institusi untuk melakukan pembenahan internal, sehingga profesionalisme dan akuntabilitas tetap terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dave mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang tengah berjalan serta tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan wibawa institusi negara di tengah perhatian publik terhadap kasus ini.*

Laporan oleh: Novia Suhari