Rabu, 13 Mei 2026
Menu

Mensos Coret 11 Ribu Penerima Bansos Usai Diduga untuk Main Judol

Redaksi
Ilustrasi Judi Online | Ist
Ilustrasi Judi Online | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Sebanyak 11 ribu penerima manfaat bantuan sosial (bansos) sudah dicoret usai diduga menyalahgunakan bansos untuk bermain judi online (judol).

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 12/5/2026.

“Untuk 2026 ini ada 11 ribu lebih yang kami coret di triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM (keluarga penerima manfaat) yang kami coret,” ungkap Gus Ipul.

Gus Ipul menyebut bahwa dari angka tersebut, mayoritas berasal dari golongan kategori miskin dan sangat miskin, yaitu Desil 1 dan 2.

“Di satu, dua dan memang banyak. Temuan ya, enggak banyak sih, memang beberapa temuan gitu ya, yang dimanfaatkan oleh orang lain. Dimanfaatkan oleh orang lain. Ada yang dimanfaatkan oleh orang lain,” jelas Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, angka ini sudah turun drastis apabila dibandingkan dengan data pada tahun 2025 yang mencapai 600 ribu.

Gus Ipul kemudian berterima kasih kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Menurut dia, PPATK sudah memberikan informasi yang baik. Dengan demikian, pihaknya dapat turut membenahi data penerima bansos supaya bisa tepat sasaran.

“Tahun ini kami akan juga mencoba untuk menyerahkan data-data terbaru hasil pemutakhiran BPS kepada PPATK untuk dilakukan pemadanan, sekaligus menjadi koreksi jika ada KPM-KPM yang terlibat di dalam bidang tersebut,” tutur Gus Ipul.

Selain itu, Gus Ipul menyebut akan mengawasi dan memberikan pendampingan supaya bansis bisa tepat sasaran, serta digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Adapun sebanyak 600 ribu penerima bansos yang diindikasikan bermain judol juga telah dicoret.

“Salah satunya, kita koordinasi dengan PPATK. Ketemu lah 600 ribu lebih penerima bansos yang dari Kementerian Sosial itu ditengarai ikut bermain judol, 600 ribu itu kita coret semua, yang memang terbukti dan setelah dilakukan pendalaman memang ternyata benar adanya, maka kita coret penerima bansos,” ucap Gus Ipul di Jakarta, Selasa 28/10/2025.

Bagi masyarakat yang memang sangat membutuhkan, kata Gus Ipul, mereka akan diberikan kesempatan kedua. Mereka dapat menghubungi RT-RW sampai dengan dinas setempat supaya bisa kembali mendapatkan bansos.

“Bagi mereka yang memang sangat membutuhkan, itu bisa melakukan reaktivasi. Dengan cara menghubungi RT, RW, kelurahan atau dinsos setempat atau lewat aplikasi yang kita siapkan. Jadi bagi yang sangat-sangat membutuhkan kita beri kesempatan kedua,” tutur dia.*