Rabu, 11 Maret 2026
Menu

Polisi: Pembunuhan Ermanto Usman Murni Bermotif Ekonomi

Redaksi
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 11/3/2026 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 11/3/2026 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru kasus pembunuhan terhadap Ermanto Usman (65), pensiunan karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT). Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial S (28).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, pelaku diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang berujung pada pembunuhan terhadap korban.

“(Kami) mengamankan seorang terduga pelaku yang kami duga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan tindak pidana pembunuhan atas nama inisial S, usia 28 tahun,” kata Iman dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 11/3/2026.

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya.

“Barang bukti yang berhasil kami temukan terdapat satu buah linggis yang digunakan oleh tersangka untuk mencongkel jendela. Kemudian, sebuah gunting juga digunakan untuk mencongkel jendela,” ujar Iman.

Menurut dia, linggis tersebut juga dipakai pelaku untuk memukul kedua korban.

“Linggis ini juga digunakan oleh tersangka untuk memukul kepala korban, korban yang perempuan, juga korban yang laki-laki,” jelasnya.

Selain itu, polisi turut mengamankan dua telepon seluler milik korban yang sempat diambil oleh pelaku.

“Kemudian kami temukan juga satu buah hp merek Samsung dan satu buah iPhone milik korban. Keduanya, salah satunya sudah dijual dan satu lagi digunakan oleh tersangka,” kata Iman.

Polisi menyebut, motif pelaku melakukan aksi tersebut diduga murni karena faktor ekonomi.

“Motif tersangka murni ekonomi. Kenapa dia memukul korban? Dari keterangan yang disampaikan tersangka, bahwa tersangka kaget,” ujar Iman.

Iman menjelaskan, tersangka tidak mengenal korban secara pribadi. Ia memilih rumah Ermanto karena bangunannya dinilai paling mencolok dibandingkan rumah lain di sekitar lokasi.

“Dia memilih rumah tersebut karena bangunan rumah itu paling mencolok dibanding rumah-rumah lain di sekitar lokasi kejadian,” ucapnya.

Lebih lanjut, polisi juga membantah dugaan yang menyebut pembunuhan tersebut berkaitan dengan aktivitas korban dalam mengungkap dugaan korupsi di sektor pelabuhan.

“Saat ini kami tidak menemukan motif lain dari kejadian tersebut selain motif pencurian ataupun pembunuhan yang dilakukan dalam rangkaian pencurian oleh tersangka tersebut,” kata Iman.

Meski demikian, penyidik masih terus mendalami berbagai kemungkinan lain, termasuk melalui pemeriksaan digital forensik terhadap ponsel milik korban yang sempat diambil pelaku.

“Kami akan tetap melakukan pendalaman agar kasus ini terang benderang,” ujarnya.*

Laporan oleh: Muhammad Reza