Keluarga Ermanto Usman Minta Perlindungan ke LPSK
FORUM KEADILAN – Keluarga pensiunan Pelabuhan Indonesia sekaligus aktivis pengungkap dugaan korupsi pelabuhan, Ermanto Usman resmi meminta permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Pemohonan tersebut disampaikan dengan didampingi oleh anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka dan perwakilan dari Serikat Pekerta PT Jakarta International Container Terminal (JICT).
Ketua LPSK Brigjen Pol (Purn) Achmadi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menerima permohonan tersebut. LPSK juga sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yang menangani perkara tersebut.
“Terkait dengan sebuah kasus perkara yang terjadi di Bekasi beberapa hari yang lalu, intinya terhadap perkara ini LPSK telah melakukan langkah-langkah awal koordinasi dengan satuan yang menangani, pimpinan satuan yang menangani,” ungkap Achmadi di Kantor LPSK, Kamis, 5/3/2026.
Achmadi menegaskan bahwa penanganan kasus ini haruslah dilakukan dengan tepat menggunakan pendekatan penyelidikan ilmiah.
“Tentu perkara ini kita semua berharap mendorong agar dilakukan penanganan pengungkapan secara tepat dan mendasari pada scientific crime investigation. Ini penting untuk mengungkap sebuah perkara dengan tepat,” jelas Achmadi.
Selain itu, Achmadi juga memastikan bahwa setiap permohonan perlindungan yang diajukan bakal segera ditindaklanjuti. Achmadi pun memastikan pihaknya siap memberikan perlindungan, pemenuhan hak, pemberian bantuan kepada saksi dan/atau korban sesuai dengan aturan yang berlaku.
Di sisi lain, Rieke Diah Pitaloka yang juga Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia menjelaskan bahwa kehadirannya di LPSK adalah untuk mendampingi keluarga korban supaya bisa mendapatkan perlindungan dari negara, khususnya anak-anak korban yang mengalami trauma.
“Saya Rieke Diah Pitaloka, Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus sebagai Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia yang menaungi Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia yang di dalamnya ada Serikat Pekerja JICT. Di mana Pak Ermanto ini adalah pensiunan JICT yang juga pernah bergabung bersama keluarga besar Serikat Pekerja JICT,” kata Rieke.
“Saya didampingi pimpinan Serikat JICT dan juga ada kuasa hukum korban, pagi hari ini mengantar, meminta perlindungan untuk keluarga korban. Dua orang anak yang kami minta bantuan untuk mendapatkan assessment secara klinis juga, secara psikologis dari LPSK, terutama yang paling kecil karena berada di lokasi peristiwa saat kejadian,” sambung Rieke.
Permohonan perlindungan ini, ujar Reike, juga diajukan untuk istri Ermanto Usman yang kini masih berada di rumah sakit dalam kondisi kritis.
“Totalnya kami minta perlindungan terutama untuk istri korban yang sekarang masih dalam keadaan kritis di rumah sakit, untuk empat orang anak dan menantunya, dan siapapun yang berkorelasi dekat dengan korban,” tutur dia.
Ia mengaku bahwa permohonan perlindungan kepada LPSK lantaran merasa ada potensi ancaman terkait kasus tersebut.
“Saya langsung minta perlindungan Ketua LPSK. Kita semua minta dilindungi dalam kasus ini,” ungkapnya.
Ia pun berharap aparat penegak hukum bisa mengungkap kasus ini secara menyeluruh dan tidah hanya berhenti pada pelaku di lapangan. Rieke juga meminta publik dan media untuk mengawal agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan.
“Mudah-mudahan kasus ini bisa terungkap bukan hanya eksekutor, tapi siapa otak di balik peristiwa yang sangat keji, sangat tragis di bulan Ramadan ini terjadi pembunuhan yang sangat kejam,” tegas Rieke.
Rieke pun percaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan seluruh jajarannya tidak akan membiarkan kasus ini bergulir begitu saja seperti kasus JICT itu sendiri.
“Kami percaya kepada Kapolri Bapak Sigit beserta seluruh jajarannya bahwa kasus ini tidak akan dipetieskan seperti kasus JICT-nya sendiri,” katanya.
“Saya langsung minta perlindungan Ketua LPSK. Kita semua minta dilindungi dalam kasus ini,” kata dia.
Sebelumnya, Ermanto Usman diserang oleh orang tidak dikenal di kediamannya di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Kejadian tersebut terjadi pada Senin, 2/3, dini hari.
Dirinya meninggal di Rumah Sakit Primaya, Bekasi Barat. Selain dirinya, istrinya juga menjadi korban dalam tragedi tersebut dan kini masih dalam kondisi kritis.*
