Senin, 19 Oktober 2026
Menu

NasDem Targetkan Peningkatan Suara pada Pemilu 2029, Minta Rakyat Jangan Pragmatis

Redaksi
Ketua DPP Partai NasDem Bidang Hak Asasi Manusia (HAM) Taufik Basari (Tobas) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 19/10/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Ketua DPP Partai NasDem Bidang Hak Asasi Manusia (HAM) Taufik Basari (Tobas) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 19/10/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua DPP Partai NasDem Bidang Hak Asasi Manusia (HAM) Taufik Basari (Tobas) mengungkapkan bahwa partainya menargetkan peningkatan perolehan suara pada Pemilu 2029. Target tersebut sejalan dengan tren peningkatan perolehan suara dan kursi yang diklaim berhasil dicapai NasDem dalam setiap penyelenggaraan pemilu selama ini.

Tobas mengatakan, NasDem berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut pada Pemilu 2029 mendatang. Untuk mencapai target itu, partainya terus melakukan konsolidasi organisasi di berbagai daerah.

“Jadi yang jelas tentu kita menginginkan ada peningkatan suara dari pemilu yang lalu, di mana selama pemilu yang telah dijalankan oleh NasDem, kita selalu berhasil untuk meningkatkan perolehan kursi dan suara di tiap pemilunya,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 19/10/2026.

Menurutnya, partai politik tidak seharusnya hanya berorientasi pada kepentingan elektoral saat pemilu, tetapi juga perlu menghadirkan gagasan dan memberikan pendidikan politik kepada publik.

“Tentu kita berharap ini akan berlanjut sebagai satu grafik yang akan terus menaik. Dan oleh karena itu, yang saat ini dilakukan oleh NasDem adalah kita melakukan konsolidasi terus-menerus di berbagai kepengurusan di seluruh daerah dan kita juga ingin tampil sebagai partai yang tidak hanya partai pemilu, tapi partai gagasan,” ujarnya.

Tobas menilai, meningkatnya sikap kritis masyarakat terhadap politik dapat menjadi peluang bagi NasDem untuk memperkenalkan berbagai gagasan yang ditawarkan kepada publik. Namun, ia mengingatkan bahwa kecenderungan masyarakat yang semakin pragmatis dapat menjadi tantangan bagi partai politik dalam mengembangkan politik gagasan.

“Ya mudah-mudahan dengan adanya masyarakat yang semakin kritis, itu justru menguntungkan bagi NasDem karena kita cuma melemparkan politik gagasan tersebut. Tapi sebaliknya, kalau masyarakat malah punya kecenderungan semakin pragmatis, tentu politik gagasan ini akan sulit untuk berjalan,” tuturnya.

Karena itu, Tobas mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menilai dinamika politik dan tidak memandang pemilu semata-mata sebagai ajang transaksi. Ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi dalam proses demokrasi dengan mempertimbangkan gagasan, program, serta komitmen partai politik terhadap kepentingan publik.

“Jangan kemudian termakan menjadi orang-orang yang pragmatis, orang-orang yang melihat pemilu hanya sebagai pesta transaksional, tapi dia harus benar-benar menjadi pesta demokrasi yang substantif,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari