Jumat, 16 Oktober 2026
Menu

KPK OTT Bupati Klaten, 20 Orang Diamankan dan Uang Rp1 Miliar Disita

Redaksi
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo | Ist
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 20 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan Jakarta, Kamis, 15/10/2026. Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihak-pihak yang diamankan di Klaten masih menjalani permintaan keterangan di Polres Klaten. Sementara itu, pihak yang diamankan di Jakarta diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.

“Terkait kegiatan penyelidikan KPK di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, konfirmasi, bahwa hari ini Kamis, 15/10, telah terjadi peristiwa tertangkap tangan,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis malam, 15/10.

“Tim KPK mengamankan sejumlah 20 orang di wilayah Klaten dan Jakarta. Para pihak yang diamankan di Klaten saat ini masih dilakukan permintaan keterangan di Polres Klaten. Salah satunya adalah Bupati Klaten,” ujarnya.

KPK Amankan Uang Sekitar Rp 1 Miliar

Selain mengamankan sejumlah pihak, tim KPK turut menyita barang bukti berupa uang tunai. Berdasarkan penghitungan sementara, jumlah uang yang diamankan diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

“Selain mengamankan para pihak, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai. Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp1 miliar,” kata Budi.

Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses penghitungan uang masih berlangsung.

Budi menjelaskan, perkara yang melatarbelakangi OTT tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan oleh penyelenggara negara. Dugaan penerimaan itu mencakup pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lainnya dari organisasi perangkat daerah (OPD).

Selain itu, KPK menduga terdapat pemberian uang oleh bupati kepada oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berkaitan dengan proses audit.

“Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari OPD,” ujar Budi.

“Selain itu ada dugaan pemberian yang dilakukan oleh bupati kepada oknum BPK terkait dengan audit,” lanjutnya.

Menurut Budi, pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut berasal dari sejumlah unsur, yakni bupati selaku penyelenggara negara, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten dan BPK, serta pihak swasta.

KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi tersebut.*

Laporan oleh: Muhammad Reza