Selasa, 06 Oktober 2026
Menu

Kasus BJB, KPK Telusuri Asal-usul Mobil Volvo Ridwan Kamil Lewat Pemeriksaan Kakaknya

Redaksi
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 2/12/2025 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 2/12/2025 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri aset milik mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021-2023.

Salah satu aset yang kini didalami penyidik adalah mobil Volvo yang dibeli Ridwan Kamil pada 2023.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi pada Kamis dan Jumat pekan lalu. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami proses dan mekanisme pengadaan barang dan jasa, termasuk pengadaan iklan serta mekanisme pembayaran.

“Penyidik melakukan pemeriksaan di antaranya kepada tiga orang saksi. Saksi ada yang diperiksa terkait dengan proses dan mekanisme pengadaan barang dan jasa, kemudian bagaimana SOP pembayaran atas pengadaan barang dan jasa, dan sebagainya,” kata Budi kepada wartawan, Selasa, 6/10/2026.

Selain itu, penyidik mendalami dugaan dana non-budgeter yang bersumber dari sebagian pembayaran pengadaan belanja iklan Bank BJB.

Menurut Budi, dana non-budgeter tersebut diduga mencapai sekitar 50 persen atau Rp200 miliar dari nilai proyek sekitar Rp400 miliar.

“Kemudian juga saksi didalami terkait dengan dana non-budgeter yang diduga bersumber dari pembayaran sebagian dari pengadaan belanja iklan, yang bahkan nilainya sekitar 50 persen atau sekitar 200 miliar dari nilai proyek 400 miliar,” ujarnya.

Budi mengatakan, salah satu saksi yang diperiksa adalah Erwin Muniruzaman (ERM) selaku Direktur Utama PT Inucom Bisnis Agra. ERM disebut merupakan kakak Ridwan Kamil.

“Dalam pemeriksaan tersebut penyidik mendalami pengetahuan saudara ERM berkaitan dengan pembelian mobil Volvo yang dilakukan oleh Saudara RK pada tahun 2023,” kata Budi.

Menurut Budi, penyidik mendalami asal-usul pembelian kendaraan tersebut karena waktunya berkaitan dengan perkara yang tengah disidik.

“Tentunya penyidik mendalami bagaimana asal-usul pembelian dari kendaraan tersebut karena memang tempus-nya ini berkaitan dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan,” ujarnya.

Budi menyebut, mobil Volvo tersebut diduga telah dijual kembali oleh Erwin pada Agustus 2023.

“Adapun atas mobil Volvo tersebut diduga juga sudah dijual kembali oleh Saudara ERM di periode Agustus 2023,” katanya.

Ketika dikonfirmasi apakah mobil yang dimaksud merupakan Volvo XC90 Recharge yang pernah digunakan Ridwan Kamil saat menghadiri pelantikan Pejabat Gubernur Jawa Barat pada September 2023, Budi membenarkannya.

“Ya, kendaraan tersebut,” ujar Budi.

Mobil Volvo XC90 Recharge memang pernah digunakan Ridwan Kamil untuk berkendara dari Bandung ke Jakarta pada September 2023. Saat itu, kendaraan tersebut diberitakan memiliki harga sekitar Rp1,8 miliar.

Budi menegaskan, penyidik masih melakukan penelusuran terhadap aset-aset lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Tentunya penyidik masih akan terus menelusuri, akan terus melacak ya terhadap aset-aset lain yang diduga ada kaitannya dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan,” tuturnya.

Penelusuran aset Ridwan Kamil dilakukan KPK dalam rangka penyidikan dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB periode 2021-2023.

KPK sebelumnya telah menetapkan lima tersangka dalam perkara tersebut, yakni mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, mantan Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto, serta pihak swasta Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Elang Sophan Jaya Kusuma. KPK memperkirakan perkara tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp223,6 miliar.

Dalam perkembangan terbaru, KPK juga telah mendalami dugaan aliran dana non-budgeter dari pengadaan iklan Bank BJB. Sebelumnya, KPK menyebut sekitar separuh dari total anggaran pengadaan iklan sekitar Rp400 miliar diduga masuk ke dana non-budgeter dan mengalir kepada sejumlah pihak.

KPK juga telah menyita sejumlah kendaraan dari kediaman Ridwan Kamil dalam rangka penyidikan perkara tersebut. Selain kendaraan, penyidik terus menelusuri aset-aset yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara.

Ridwan Kamil sendiri telah diperiksa KPK sebagai saksi dalam perkara Bank BJB pada 2 Desember 2025. Saat itu ia mengatakan, sejumlah transaksi yang didalami penyidik menggunakan dana pribadi.*

Laporan oleh: Muhammad Reza