Cucun Sebut Semua Partai di DPR Bersatu Perjuangkan Kepentingan Buruh
FORUM KEADILAN – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menanggapi rencana Ketua Koalisi Besar Perjuangan Buruh Andi Gani Nena Wea, yang akan mengumumkan partai politik yang dinilai tidak serius terlibat dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.
Cucun justru menegaskan bahwa seluruh partai politik yang berada di DPR RI memiliki semangat yang sama dalam memperjuangkan kepentingan buruh dan pekerja.
“Sudah, di DPR semuanya satu, satu kesatuan. Kita berjuang bersama-sama untuk buruh, ya untuk para pekerja,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 13/8/2026.
Sebelumnya, Andi Gani mengungkapkan bahwa Koalisi Besar Perjuangan Buruh telah mencatat tingkat keterlibatan masing-masing partai politik dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Ia mengatakan, pihaknya akan mengumumkan kepada publik partai politik yang dinilai memiliki keberpihakan terhadap kepentingan buruh maupun partai yang dianggap tidak menunjukkan keberpihakan.
“Kami koalisi besar mencatat partai-partai yang serius atau tidak serius membahas UU ini. Dan kami akan umumkan ke publik partai yang punya keberpihakan dan yang sama sekali tidak punya keberpihakan, supaya masyarakat tahu dan tidak ada dusta di antara kita,” ucapnya.
Menurut Andi Gani, terdapat partai politik yang sangat aktif dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan dengan menyiapkan berbagai bahan dan masukan. Namun, ia menyebut ada pula partai yang hingga kini belum memiliki draf terkait pembahasan RUU tersebut.
“Jadi kita akan umumkan nanti, ada partai yang begitu bersemangat punya bahan lengkap, ada partai bahkan sampai hari ini tidak punya draf apa pun,” ujarnya.
Andi Gani menegaskan bahwa Koalisi Besar Perjuangan Buruh memiliki catatan mengenai tingkat keterlibatan masing-masing partai politik. Catatan tersebut, kata dia, akan dibuka kepada publik pada waktu yang dianggap tepat.
“Kami tahu persis, kami ada catatannya dan kami akan buka pada saatnya nanti partai yang serius ataupun tidak serius, karena ini menyangkut masalah hajat hidup orang banyak,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
