Rabu, 17 Juni 2026
Menu

PDI Perjuangan Bantah Terlibat Narasi Mobil Fortuner Eks Ketua BEM UGM dan Aksi Demonstrasi Mahasiswa

Redaksi
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17/6/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17/6/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan, partainya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam narasi yang mengaitkan partai berlambang banteng itu dengan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto.

Usai mobil Toyota Fortuner yang dikendarai Tiyo diduga milik Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Said menegaskan, sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, partainya itu tidak akan terlibat dalam berbagai aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya pastikan PDI Perjuangan, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, terhadap berbagai demonstrasi baik yang terjadi pada akhir Agustus lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDIP. Baik itu sebagai kader maupun anggota partai,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17/6/2026.

Menurutnya, PDI Perjuangan menolak keras tudingan yang mengaitkan partai dengan pengorganisasian aksi demonstrasi mahasiswa. Ia menilai cara-cara tersebut bukan karakter perjuangan PDI Perjuangan.

Said juga menepis anggapan yang mengaitkan kehadiran sejumlah kader dalam aksi atau kegiatan tertentu sebagai representasi partai. Ia mencontohkan kemunculan nama Andi Widjajanto yang menurutnya tidak bisa serta-merta ditafsirkan sebagai keterlibatan PDI Perjuangan.

“Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak keikutsertaan atau kehadiran yang terlihat seperti Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDIP,” ujarnya.

Terkait Mobil Tiyo diduga milik besan Andika Prakasa yang memiliki kedekatan dengan PDI Perjuangan, Said menilai, hubungan kekeluargaan tidak seharusnya dijadikan dasar untuk mengaitkan seseorang dengan aktivitas politik tertentu.

“Kalau Tiyo ada besanan, ada keluarga, tidak pada tempatnya kita mempermasalahkan kedekatan kekeluargaan. Akan tetapi kalau itu dikait-kaitkan, menurut hemat saya sangat tidak masuk akal. Saya pastikan PDIP tidak akan pernah terlibat dengan cara-cara seperti itu,” tegasnya.

Meski begitu, Said menegaskan PDI Perjuangan menghormati hak masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi selama dilakukan secara damai dan tidak merusak fasilitas umum.

“Bagi PDIP, siapa pun yang demo asal tidak merusak dan menyuarakan aspirasi itu sah-sah saja. Tapi untuk mengorganisir atau mendekati supaya orang demo, apalagi mahasiswa, tidak bisa diperintah,” katanya.

Lebih lanjut, Said mengimbau pemerintah agar bersikap terbuka terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, pemerintah perlu menjadi pendengar yang baik dan menjadikan aspirasi publik sebagai bahan evaluasi kebijakan.

“Lebih arif dan bijak jika pemerintah terbuka saja terhadap kritik itu. Penting bagi pemerintah menjadi pendengar yang baik, kemudian menyerap apa yang diinginkan oleh adik-adik mahasiswa dan mengaktualisasikannya melalui berbagai kebijakan pemerintah,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari