Selasa, 02 Juni 2026
Menu

Puji Kritik Dino Patti Djalal, PDI Perjuangan: Bisa Jadi Bahan Pertimbangan Presiden Prabowo

Redaksi
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 2/6/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 2/6/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai, kritik yang disampaikan mantan diplomat Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan kerja keluar negeri oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan masukan yang positif.

Andreas mengatakan, kritik yang disampaikan Dino mengenai kunjungan luar negeri Presiden, biaya yang dikeluarkan, hingga hasil atau manfaat yang diperoleh dari kunjungan tersebut, merupakan bagian dari masukan konstruktif bagi pemerintah.

“Ya menurut saya sih kritik itu baik ya, ada baiknya. Dalam arti bahwa itu masukan-masukan untuk Presiden,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 2/6/2026.

Menurutnya, Presiden Prabowo selama ini juga telah menyatakan terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan, baik yang datang dari partai politik maupun masyarakat luas.

“Karena Presiden juga menyampaikan bahwa dia terbuka terhadap kritik baik dari PDI Perjuangan maupun tentu dari masyarakat,” ujarnya.

Andreas bahkan menilai, pandangan Dino Patti Djalal layak menjadi bahan pertimbangan pemerintah mengingat pengalaman dan kapasitasnya di bidang diplomasi.

“Saya kira Pak Dino Patti Djalal adalah seorang expert dan punya pengalaman yang cukup dalam dunia diplomasi. Sehingga apa yang beliau sampaikan menurut saya ya patut menjadi pertimbangan,” katanya.

Meski begitu, Andreas menegaskan, pemerintah tentu memiliki penjelasan tersendiri terkait kritik tersebut. Ia juga mengaku telah mendengar adanya tanggapan dari pemerintah melalui Sekretaris Kabinet.

“Tapi tentu pemerintah punya jawaban terhadap itu dan saya dengar juga sudah ada jawaban dari Seskab kalau nggak salah,” lanjutnya.

Di sisi lain, Andreas menyayangkan respons terhadap kritik Dino justru lebih banyak disampaikan oleh kader dan elite Partai Gerindra. Menurutnya, penjelasan seharusnya diberikan langsung oleh Menteri Luar Negeri agar masyarakat mendapatkan gambaran yang jelas mengenai arah dan capaian diplomasi Indonesia.

“Tapi menurut saya seharusnya Menteri Luar Negeri memberikan jawaban itu sehingga masyarakat tahu bagaimana kerja dan kinerja daripada dunia diplomasi politik luar negeri Indonesia, dan itu yang penting saya kira,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari