Kamis, 28 Mei 2026
Menu

Terima Sapi Kurban Prabowo di Istiqlal, Menag Sebut Tak Boleh Ada Orang Kelaparan di Bulan Suci

Redaksi
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 28/5/2026 | Instagram @masjidistiqlal.official
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 28/5/2026 | Instagram @masjidistiqlal.official
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Masjid Istiqlal sudah menerima sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Walaupun begitu, sebenarnya ia memperbolehkan Prabowo berkurban di tempat lain.

“Iya jadi saya kira sudah kemarin kita sudah jelaskan ya, bahwa Bapak Presiden itu juga sudah kita terima hewan kurbannya di Istiqlal. Kalau Bapak Presiden mau memberikan ke tempat lain itu nggak ada masalah ya,” ujar Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 28/5/2026.

Nasaruddin mengungkapkan hal tersebut untuk menjawab tentang ramainya pendanaan sapi Presiden yang mencapai Rp100 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berjumlah 1.098 ekor.

Ia melanjutkan, tujuan Hari Raya Iduladha dan Idulfitriadalah tidak boleh ada orang yang kelaparan. Ia pun berharap dalam bulan suci tidak boleh ada orang yang tidak makan.

“Kita tujuannya Idul kurban itu sama dengan Idulfitri, kata Rasulullah SAW tidak boleh ada orang yang kelaparan, tidak makan, pada Hari Raya Id, karena itu zakat fitrah itu bertujuan untuk semua harus kenyang pada Hari Raya Idulfitri, dengan cara mengkonsumsi karbo. Untuk Iduladha pasangannya adalah protein hewani. Diharapkan pada bulan-bulan kurban ini tidak ada orang yang tidak mengkonsumsi daging,” jelasnya.

Diketahui, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto membagikan bantuan sapi kurban pada perayaan Iduladha 1447 H sebanyak 1.098 ekor.

Sapi-sapi tersebut nantinya akan dibagikan ke daerah, sampai lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat. Dari total tersebut, 598 sapi akan dibagikan ke 552 daerah. Terdapat 47 daerah mendapatkan dua sapi lantaran bobot yang tersedia tidak memenuhi standar sapi presiden, yaitu 800 kg hingga 1,3 ton.

“Pada tahun ini dalam rangka hari raya Idul Adha 1447 Hijriah bapak presiden berkenan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 sapi kurban yang akan dibagikan,” ungkap Juri Ardiantoro, Selasa, 25/5.

“Ada 552 daerah akan menerima sebanyak 598 sapi untuk seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Kenapa 552 menerima 598 sapi karena ada 46 daerah yang tidak tersedia dengan sapi kurang standar sapi presiden,” jelas Juri.

“Standar sapi presiden adalah 800 kg sampai 1,3 ton. Sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi berbobot sebesar itu. Oleh karena itu, ada yang mendapatkan 2 sapi untuk 46 daerah,” sambung dia.

Di sisi lain, terdapat 500 sapi yang bakal diserahkan ke lembaga pendidikan hingga tokoh masyarakat. Ia mengatakan, Prabowo berpesan supaya sapi tersebut dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Sapi kurban Bapak Presiden akan disampaikan kepada lembaga-lembaga pendidikan. Ada juga ponpes, kemudian juga tokoh masyarakat, tokoh agama sebanyak 500 sapi,” tutur Juri.

“Jadi untuk daerah 598 untuk lembaga sosial keagamaan pesantren tokoh tokoh sebanyak 500,” lanjut Juri.

Sapi yang dibagikan oleh presiden, di antaranya berjenis Simental, Limousin, Peranakan Ongole (PO), Brahman, Angus, Bali, Friesian Holstein (FH), Belgian Blue, dan Charolais.

Juri kemudian memastikan sapi-sapi tersebut juga telah bersertifikat sehat, bukan hanya diperhitungkan dari bobotnya saja.

“Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya yang berat tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat sehat,” katanya.

Adapun sumber dana bantuaan sapi kurban ini berasal dari APBN yang totalnya mencapai Rp100 miliar.

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN, ya, melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu memengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100-an miliar, Rp 100 miliar,” jelas dia.

Sementara itu, pengadaan sapi kurban ini dilakukan lewat koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara melalui Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, hingga dinas-dinas daerah yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan.

Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI), serta para penyedia hewan kurban untuk memastikan semua sapi memenuhi syarat dan kualifikasi sebagai hewan kurban.

“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat momentum ini mereka dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi, karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi korban,” tutur Juri.*