Senin, 25 Mei 2026
Menu

Bareskrim Klaim Blackout Sumatra Disebabkan Faktor Cuaca Buruk

Redaksi
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin, 25/5/2026 | Ist
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin, 25/5/2026 | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Bareskrim Polri menyatakan insiden blackout yang terjadi di Sumatra beberapa hari lalu tidak ada unsur sabotase di dalamnya. Menurut Bareskrim, pemadaman listrik tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor.

Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengklaim bahwa berdasarkan hasil investigasi gabungan yang dilakukan oleh pihaknya bersama dengan Puslabfor dan PLN, insiden ini disebabkan oleh faktor cuaca buruk.

“Gangguan tersebut diduga dipicu oleh faktor cuaca yang buruk dan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera,” Irjen Nunung Syaifuddin, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin, 25/5/2026.

Irjen Nunung Syaifuddin menjelaskan bahwa gangguan tersebut lalu membuat ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang akhirnya memicu trip pembangkit secara berantai. Dengan demikian, hal ini berdampak pada blackout massal pada sejumlah wilayah di Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatra Selatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada titik awal gangguan, tambah Irjen Nunung Syaifuddin, ditemukan pula kabel transmisi yang terputus.

Sementara itu, kondisi fisik tower transmisi masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan adanya kerusakan signifikan pada struktur tower.

“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” jelasnya.

“Dugaan itu diperkuat oleh keterangan saksi yang kita temukan, masyarakat sekitar lokasi kejadian, menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi,” lanjut dia.

Berdasarkan hasil pada pemeriksaan awal, jelas Irjen Nunung Syaifuddin, terdapat sejumlah dugaan penyebab putusnya kabel transmisi. Di antaranya, faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang membuat rongga ataupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem.

Walaupun begitu, dirinya memastikan tidak ada unsur sabotase. Ia meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dan menyebarkan berita hoaks.

“Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout,” tutur dia.

“Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan,” katanya.

Ia pun menambahkan bahwa dari barang bukti kabel yang ditemukan, kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan tidak pada kondisi rapi,” ujarnya.*