Senin, 20 April 2026
Menu

Para Menteri Hadiri Halalbihalal IKA PMII, Soroti Konsolidasi dan Arah Kepemimpinan

Redaksi
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menghadiri acara halalbihalal Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Hotel Mercure Jakarta Pusat, Minggu, 19/4/2026 malam | Ist
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menghadiri acara halalbihalal Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Hotel Mercure Jakarta Pusat, Minggu, 19/4/2026 malam | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini, sejumlah tokoh nasional menghadiri acara halalbihalal Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Hotel Mercure Jakarta Pusat.

Di antaranya, hadir Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Kehadiran para tokoh ini memunculkan spekulasi bahwa forum tersebut menjadi bagian dari konsolidasi menjelang Muktamar NU.

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa momentum halalbihalal ini lebih difokuskan pada penguatan peran alumni PMII bagi bangsa.

“Ya, alhamdulillah hari ini halalbihalal IKA PMII yang memiliki banyak alumni yang menyebar di berbagai profesi, latar belakang partai, bahkan berbagai kultur yang berbeda-beda,” katanya, Minggu, 19/4/2026.

“Sehingga halalbihalal memperkuat soliditas kontribusi yang paling penting bagaimana agar alumni PMII punya kontribusi produktif buat bangsa dan negara, buat masyarakat, buat umat dan bangsa,” sambungnya.

Meski begitu, ia tidak menampik adanya keprihatinan terhadap kondisi internal NU menjelang Muktamar.

“Apa yang terjadi di tubuh NU hari ini adalah keprihatinan kita semua. Kepemimpinan yang tidak solid, tidak produktif, nah ini harus menjadi keprihatinan kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya transformasi kader PMII dalam menghadapi tantangan global.

“PMII ini kita berharap menuju sebuah lembaran baru ke depan. Kita berharap nanti para alumni dan kader-kader PMII itu bisa lebih proaktif mengantisipasi zamannya sendiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya strategi dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.

“Nah kita ini harus punya strategi, punya perhitungan-perhitungan apalagi dengan geopolitik sekarang ini yang begitu labil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin memandang NU memiliki peluang besar menjadi pusat peradaban Islam modern dunia.

“NU itu akan menjadi episentrum peradaban Islam modern akan datang,” singkatnya.

Di sisi lain, Nusron Wahid menilai jika kegiatan tersebut dianggap sebagai konsolidasi menjelang Muktamar NU, hal itu merupakan sesuatu yang wajar.

“Dikatakan konsolidasi ya betul, nggak dikatakan ya nggak betul juga nggak apa-apa,” katanya.

Ia menegaskan bahwa PMII memiliki tanggung jawab moral terhadap NU sebagai organisasi induknya.

“Kalau kemudian PMII itu memikirkan NU sudah menjadi kewajiban dan keharusan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nusron menekankan pentingnya perbaikan internal NU ke depan, terutama dalam aspek kepemimpinan.

“Karena itu alumni PMII berkewajiban untuk melakukan konsolidasi untuk upaya-upaya perbaikan supaya NU ke depan lebih produktif, lebih maslahat kepada Nahdlatul Ulama, kepada Nahdliyin, dan kepada umat manusia,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari