Firli Bahuri Mangkir dari Pemeriksaan Dugaan Pemerasan SYL Hari Ini

Firli Bahuri meninggalkan Gedung Bareskrim Polri setelah menjalani pemeriksaan atas dugaan kasus pemerasan terhadap Eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pada pukul 20.30 WIB | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan
Firli Bahuri meninggalkan Gedung Bareskrim Polri setelah menjalani pemeriksaan atas dugaan kasus pemerasan terhadap Eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pada pukul 20.30 WIB | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mangkir dari pemeriksaan kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) hari ini, Senin, 26/2/2024.

Firli seharusnya diperiksa sebagai tersangka hari ini pukul 10.00 dalam kasus dugaan pemerasan oleh penyidik di Bareskrim Polri.

Bacaan Lainnya

“(Firli Bahuri) Tidak hadir,” ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi (Wadirtipidkor) Kombes Arief Adiharsa saat konfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Senin, 26/2.

Namun, Arief tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan absennya Firli pada pemeriksaan hari ini.

“Untuk info selanjutnya langsung ke Dirkrimsus PMJ (Kombes Ade Safri Simanjuntak),” ujar Arief.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya kembali memanggil Firli Bahuri, tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Mentan SYL, pada Senin, 26 Februari 2024.

Firli rencananya akan dimintai keterangan tambahan untuk melengkapi berkas perkara. Ini adalah panggilan kedua untuk Firli setelah berkas perkaranya dikembalikan kejaksaan.

“Untuk surat panggilan ke-2 terhadap tersangka FB sudah dikirimkan pada hari Kamis, 22 Februari untuk jadwal pemeriksaan/permintaan keterangan tambahan terhadap tersangka FB yang akan dilakukan pada hari Senin, 26 Februari pukul 10.00 WIB di ruang riksa Dittipidkor Bareskrim Polri,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak melalui pesan singkat, Jumat, 23/2.

“Surat panggilan ini merupakan surat panggilan ke-2 untuk tersangka FB, setelah sebelumnya tersangka FB tidak datang/tidak hadir memenuhi panggilan penyidik yg telah dijadwalkan pada tanggal 6 Februari 2024 yang lalu,” sambungnya.

Saat ini, kata Ade, pihaknya tengah melengkapi berkas perkara yang sudah dikembalikan dua kali oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI.

“Saat ini untuk penyidik sedang melengkapi pemenuhan petunjuk hasil koordinasi dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum) pada Kantor Kejati DKI Jakarta, di mana untuk pemeriksaan atau permintaan keterangan tambahan kepada para saksi sudah rampung,” tutupnya.

Dalam kasus ini, Firli dijerat dengan Pasal 12e, 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menetapkan saudara FB selaku Ketua KPK RI sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi,” ucap Ade kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 22/11/2023.

Firli juga telah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, namun gugatan tersebut ditolak.

Dengan demikian, penetapan tersangka Firli yang dilakukan oleh polisi telah sesuai dengan prosedur dan sah menurut hukum yang berlaku.*