Raffi Ahmad Disebut di Sidang Kasus Blueray Cargo soal Impor iPhone 17 dari Amerika
FORUM KEADILAN – Nama artis kondang Raffi Ahmad disebut dalam sidang kasus suap Blueray Cargo dengan Terdakwa John Field. Raffi disebut mau mengirimkan laptop dan iPhone 17 dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia.
Jaksa penuntut umum (JPU) mulanya menanyakan kepada Sri Pangestuti alias Tuti selaku Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) terkait permintaan tersebut.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Yohanes, yang merupakan asisten pribadi John Field, saat Raffi Ahmad berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat.
“Ibu pernah diminta bantuan untuk, ini ada di chat komunikasi WA (WhatsApp) ibu, ibu pernah diminta bantuan untuk mengirimkan laptop sama iPhone dari Amerika Serikat?” tanya jaksa di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat, 5/6/2026.
Iya membenarkan adanya komunikasi antara dirinya dengan Yohanes. Namun, Tuti mengklaim bahwa dirinya enggan memenuhi permintaan itu.
Penuntut umum lantas mengatakan bahwa iPhone tersebut pada akhirnya berhasil dikirimkan ke Indonesia. Ia lantas membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi nomor 15 antara Tuti dan Yohanes. Percakapan tersebut terjadi pada 15 Oktober 2025.
“Siang Ibu tuti, kebetulan ada Raffi Ahmad kan lagi ke USA main ke kantor kita ada mau kirim laptop dan iPhone, IMEI mereka urus sendiri katanya, apakah bisa?” kata jaksa saat bacakan BAP.
Dalam BAP tersebut, kata jaksa, Tuti meminta agar Yohanes berkoordinasi dengan stafnya yang bernama Dwi.
“Siap Bu Tuti, siap bisa dibantu koordinasi untuk beberapa iPhone,” tambah jaksa.
Dalam percakapan tersebut, Tuti sempat menanyakan berapa banyak iPhone yang dikirimkan. Namun, Yohannes tidak menjawab dan memintanya untuk memilih warna ponsel tersebut sebagaimana arahan John Field.
“Ibu tuti pilih warna ya, disuruh Ko John,” katanya.
Jaksa kembali mengonfirmasi kebenaran percakapan tersebut.
“Betul ada komunikasi itu, Pak Yohanes sama Dwi. Akhirnya saya bilang tidak usah,” kata Tuti.
Jaksa lantas menanyakan apakah barang tersebut masuk ke Indonesia. Namun, Tuti mengaku tidak tahu.
“Ke Indonesianya saya tidak tahu. Yang penting itu tidak ke Bali,” jawabnya.
Penuntut umum lantas mengatakan bahwa iPhone tersebut pada akhirnya masuk melalui jalur udara di Bali. Barang itu disebut dikemas dalam satu koli bersama barang milik pelanggan lain, sementara pengurusan IMEI dilakukan sendiri oleh pemilik barang.
“Jadi ini betul ada Raffi Ahmad yang tadi menyampaikan bahwa ada yang mengunjungi kantor di Amerika Serikat untuk laptop dan iPhone. Izin ini kami tegaskan akhirnya iPhone tersebut jadi dikirimkan ke Indonesia melalui Bali jalur udara yang penting di-packing di dalam satu koli dicampur barang customer lain dan customer yang mengurus IMEI sendiri karena di dalam dokumen nanti tidak menyebutkan jenis barang berupa iPhone. Ini sama dengan komunikasi yang tadi,” kata jaksa mengingatkan.
“Laptop sama iPhone kan saya bilang enggak bisa ngurus IMEI-nya. Tapi izin enggak lewat kami. Dwi menolak,” ujar Tuti.
Jaksa kembali memastikan apakah barang tersebut tidak jadi masuk ke Indonesia. Tuti menegaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu.
“Kalau ke Indonesia saya enggak tahu, masuk ke Indonesia lewat mana saya tidak tahu,” pungkasnya.
Dalam persidangan sebelumnya, nama Raffi Ahmad juga disebut dalam sidang kasus suap Blueray Cargo. Nama Raffi tertuang dalam BAP Yohanes selaku asisten pribadi John Field.
“Di BAP Nomor 108, ini ada titipan kargo di Bali atas nama Raffi Ahmad melalui Nelwan pegawai Blue Ray Jakarta perwakilan Amerika Serikat. Dia ada nitip laptop sama hp, bagaimana ini saksi?” tanya jaksa di ruang sidang, Rabu, 20/5.
Yohanes menjelaskan bahwa Nelwan merupakan kepala divisi Blueray Cargo di Amerika. Saat itu, Raffi sedang plesiran di negeri Paman Sam tersebut.
“Izin saya jelaskan. Jadi lagi itu dari Ko Nelwan, dia kepala divisi Amerika, dia ada apa si Raffi lagi jalan-jalan ke Amerika, mau titip handphone. Itu iPhone 17 kalau gak salah baru keluar, buat masukin,” jawab Yohanes.
Ia melanjutkan bahwa Iphone tersebut tidak jadi dikirimkan ke Indonesia.
“Tapi setelah saya konfirmasi ke divisi Amerika dan juga adminnya, admin di kita, itu gak jadi nitip, Pak,” ucapnya.*
Laporan oleh: Syahrul Baihaqi
