Eddy Hiariej Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Suap Gratifikasi

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej | Instagram Eddyhiariej
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej | Instagram Eddyhiariej

FORUM KEADILAN – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej mendatangi Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi.

Eddy Hiariej bersama dengan tim kuasa hukumnya tiba di Gedung Merah Putih KPK.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah saya selalu siap (menjalani pemeriksaan),” kata Eddy di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Senin, 4/11/2023.

Eddy Hiariej enggan memberikan banyak komentar mengenai kasus yang menimpanya dan status hukumnya yang telah dinyatakan sebagai tersangka.

Hari ini Eddy akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka lain.

“Iya betul informasi yang kami peroleh untuk hadir dengan kapasitas sebagai saksi dalam berkas perkara tersangka lain Senin 4/12,” Tutur Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, pada Minggu, 3/11/2023.

Eddy telah ditetapkan sebagai tersangka namun hal tersebut belum diumumkan oleh KPK secara resmi. Tetapi diketahui KPK telah menyurati kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait status hukum yang bersangkutan.

Pada Rabu, 29/11/2023 lembaga antirasuah telah menyurati Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI untuk mencegah Eddy Hiariej bersama dua orang dekatnya yakni Yosi Andika Mulyadi dan Yogi Arie Rukmana bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

Diketahui terdapat satu orang lain yang juga dimintai KPK untuk dicegah bepergian ke luar negeri yakni Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan.

Beberapa saksi juga telah diperiksa oleh KPK pada Kamis, 30/11/2023 dan diantaranya adalah Anita Zizlavsky (Lawyer) dan Thomas Azali (wiraswasta).

Penyidik KPK sedang mendalami pengurusan sengketa perusahaan yang diduga melibatkan Eddy Hiariej.*