Respons Gibran-Kaesang soal FX Rudy Singgung Rumah Tangga Jokowi dan Iriana

Kahiyang Ayu, Kaesang Pangarep, Gibran Rakabuming Raka, dan Iriana Joko Widodo | Instagram @ayanggkahiyang
Kahiyang Ayu, Kaesang Pangarep, Gibran Rakabuming Raka, dan Iriana Joko Widodo | Instagram @ayanggkahiyang

FORUM KEADILAN – Ketua DCP PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo atau FX Rudy mengumbar cerita sakit hati dengan istri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Iriana Jokowi. Hal ini disebabkan Iriana disebut merasa kecewa atas sebutan petugas partai terhadap Presiden Jokowi.

Dua putra presiden Jokowi dengan Iriana, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, merespons pernyataan FX Rudy tersebut.

Bacaan Lainnya

“Ha? Memang ibu saya pernah bicara seperti itu? Ha. Kapan bicara seperti itu ibu saya?” kata Gibran, Kamis, 30/11/2023.

Wali Kota Solo tersebut pun meminta untuk ditunjukan video pernyataan Iriana yang kecewa Jokowi dipanggil petugas partai jika ada.

“Lha iya yang saya tanyakan ibu saya, ibu saya bicara apa. Ha? Aku yo bingung ibuku ratau ngomong ngono kok (aku ya bingung, ibuku nggak pernah bilang gitu kok). Kalau ada videonya saya lihat, ya,” katanya.

Gibran juga menanggapi pernyataan FX Rudy yang menyatakan bahwa Iriana tidak hadir saat Ibunda Jokowi, Sudjiatmi, meninggal dunia. Gibran meminta agar tidak mengurusi gosip tersebut.

“Opo to (apa to). Nggak usah ngurusin gosip-gosip gitu lah ya,” tuturnya.

Senada, Kaesang juga meminta untuk tidak mengurusi dan menanggapi pernyataan FX Rudy tersebut.

“Alah yang ngono (begitu) diurusi. Nggak usah,” kata Kaesang kepada wartawan setelah menghadiri acara deklarasi pembentukan ‘Sedulur Kaesang Jokowi’ di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 1/12.

“Koyok ngono diurusi (kayak gitu diurusi), ora usah (nggak usah). Sudah ya, sudah,” katanya lagi.

FX Rudy Singgung Rumah Tangga Jokowi-Iriana

Sebelumnya, FX Rudy menyinggung Iriana yang disebut kecewa dengan sebutan petugas partai terhadap Jokowi.

“Kalau tersinggung menjadi petugas partai, ya suruh nyalonin rakyat lah dulu waktu presiden. Termasuk Mas Gibran. Kemarin kalau berani ya lewat independen, tak lawani dengan Pak Pur dan Pak Teguh,” kata FX Rudy, Rabu, 29/11.

FX Rudy lalu mengungkit Pemilihan Wali Kota Surakarta. Ia menyinggung pernyataan-pernyataan soal ‘yang memilih itu rakyat’, dan menyebut soal hak prerogatif Megawati terkait rekomendasi.

“Yang punya rakyat itu PDI Perjuangan yang masuk di PDI Perjuangan. Untung saya punya 30 kursi dari 45. Kalau ndak, dipret juga saya. Yang milih rakyat, rakyat mana? Anak njenengan nggak mungkin dapat rekomendasi dari Megawati Soekarnoputri karena Bu Mega punya hak prerogatif dan masih sayang kepada Pak Joko Widodo yang saat itu belum ketahuan bobroknya,” beber FX Rudy.

FX Rudy menyatakan bahwa istilah petugas partai selama ini disalahpersepsikan oleh buzzer.

FX Rudy kemudian menyebut dirinya sakit hati terhadap Iriana, dan menyebut Iriana tidak hadir saat Ibunda Jokowi, Sudjiatmi, meninggal dunia.

“Disalahpersepsikan oleh buzzer-buzzer-nya beliau. Saya agak sakit hati karena Bu Iriana menyampaikan bahwa kecewa dengan Pak Jokowi dihina sebagai petugas partai. Kalau saya menilainya biasa kan dengan Bu Iriana. Kok, Mbak Mega itu kan bukan siapa-siapa. Wong mertuanya meninggal saja nggak ngelayat kok. Jadi apa yang disampaikan di media dengan apa yang terjadi di dalam rumah tangga sendiri nggak sama,” ujar FX Rudy.

“Mertuanya Ibu Iriana, ibunya Pak Jokowi, meninggal dunia kan nggak melayat kok, sampai tahlilan terakhir seribu hari nggak hadir kok. Itu menurut saya ngapain sakit hati, wong Mbak Mega dipret itu wajar bagi saya. Wong mertuanya sendiri saja tidak dihargai, dihormati. Yang membesarkan Pak Joko Widodo, yang bisa menjadi presiden. Kalau Pak Joko Widodo nggak jadi presiden, kan nggak jadi ibu negara,” imbuhnya.*