Pemerintah akan Tarik Utang baru Senilai Rp876,3 T di RAPBN 2027
FORUM KEADILAN – Pemerintah mengungkapkan berencana menarik utang baru sebesar Rp876,3 triliun tahun depan. Caranya adalah dengan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman.
“Dalam RAPBN tahun anggaran 2027, pembiayaan utang direncanakan sebesar Rp876,272,3 miliar yang akan dipenuhi melalui penerbitan SBN dan penarikan pinjaman,” tulis Buku II Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 yang diterima, dikutip pada Rabu, 19/8/2026.
Penarikan utang baru secara rinci, bahwa SBN ditargetkan sebesar Rp779,9 triliun, lebih tinggi dari outlook 2026 yang sebesar Rp736,6 triliun.
Lalu, melalui pinjaman baik dalam dan luar negeri sebesar Rpp96,3 triliun. Nominal pinjaman itu lebih rendah dari outlook 2026 yang sebesar Rp131,6 triliun.
“Pembiayaan utang yang berasal dari SBN akan dipenuhi melalui penerbitan SUN dan SBSN/Sukuk Negara. Sementara itu, pinjaman Pemerintah terdiri dari pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri,” tulis dokumen tersebut.
Dalam buku itu, disebutkan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga pengelolaan pembiayaan utang secara hati-hati (prudent) dan berkelanjutan (sustainable) dengan memang teguh prinsip-prinsip.
1. Akseleratif, dengan memanfaatkan utang sebagai katalis percepatan pembangunan dan menjaga momentum pertumbuhan;
2. Efisien, dengan memperhatikan penerbitan utang dengan biaya yang minimal melalui pengembangan dan pendalaman pasar keuangan dan diversifikasi instrumen utang;
3. Seimbang, dengan menjaga portofolio utang Pemerintah yang optimal pada keseimbangan antara biaya minimal dengan tingkat risiko yang dapat ditoleransi dalam rangka mendukung keberlanjutan fiskal. *
