Komisi I DPR Serahkan Evaluasi Pelatihan Militer KDMP ke Kemhan Usai Insiden Peserta Meninggal
FORUM KEADILAN – Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal Marzuki, menanggapi temuan meninggalnya peserta atau calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat mengikuti pelatihan militer di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Baturaja, Sumatra Selatan.
Syamsu mengatakan, keputusan mengenai perlu atau tidaknya pelatihan militer bagi calon manajer KDMP dilanjutkan sepenuhnya kepada lembaga teknis terkait, yakni Kementerian Pertahan (Kemenhan).
“Kalau soal perlu atau tidak untuk dilanjutkan itu kita serahkan ke lembaga teknis, tapi catatannya adalah model pelatihan seperti apa yang kira-kira bisa adaptif dan bisa sesuai dengan target atau sasarannya ini,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 25/6/2026.
Berdasarkan informasi yang telah diperoleh Komisi I, seluruh prosedur dasar sebelum pelatihan telah dijalankan, mulai dari pre-test hingga pemeriksaan kesehatan peserta. Karena itu ia menilai, peristiwa tersebut merupakan musibah yang tidak diharapkan.
“Walaupun saya yakin tadi kita sudah konfirmasi bahwa sebelumnya itu sudah ada pre-test, sebelumnya sudah ada identifikasi medis, semua prosedur mereka sudah jalankan. Jadi ini adalah sebuah musibah atau kecelakaan,” ujarnya.
Meski begitu, Syamsurijal menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius agar tidak terulang di masa mendatang. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya peserta pelatihan dan berharap langkah-langkah pencegahan dapat diperkuat.
“Kita turut belasungkawa dan sangat menyesalkan, kita turut berduka cita. Tetapi terlepas dari itu, kita ingin supaya ini diperketat sehingga tidak ada lagi kejadian seperti ini terjadi,” tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa Komisi I DPR RI telah membahas insiden tersebut dan berencana menjadikannya sebagai salah satu agenda dalam rapat koordinasi berikutnya dengan Kemhan.
“Kita ingin supaya hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Ini harus menjadi catatan khusus sehingga ke depannya pelaksanaan program ini, tanpa mengurangi esensi dan tujuan program, bisa lebih preventif dan lebih menjaga keselamatan peserta,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
