Said Iqbal Resmi Dilantik Jadi Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan
FORUM KEADILAN – Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Pelantikan Said Iqbal digelar sebagaimana ketetapan Presiden dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 58/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Presiden Prabowo memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah sejumlah pejabat baru yang dilantik, Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan bersama dengan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn.) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” demikian sumpah jabatan yang diucapkan oleh Said Iqbal dituntun oleh Presiden Prabowo.
Said Iqbal adalah salah satu tokoh pergerakan buruh melalui KSPI sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan mencalonkan dirinya sebagai anggota DPR melalui Partai Keadilan Sejahtera pada Pemilu 2009.
Ia kemudian terpilih menjadi Presiden Partai Buruh pada 2021.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo,
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. *
