Selasa, 09 Juni 2026
Menu

Golkar Ajak Wartawan Verifikasi Fakta ke Papua Terkait Film Pesta Babi

Redaksi
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (baju biru) di kawasan Senayan, Jakarta, Senin, 8/6/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (baju biru) di kawasan Senayan, Jakarta, Senin, 8/6/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, mengajak insan pers untuk datang langsung ke Papua guna membandingkan kondisi di lapangan dan memverifikasi berbagai fakta yang berkembang terkait pembangunan di wilayah Papua usai film Pesta Babi karya Dandhy Laksono menjadi sorotan publik.

“Ada baiknya kita sama-sama lihat ke sana. Dandhy Laksono sudah menggunakan haknya di era demokrasi ini (melalui film). Kalau ada kritik dan pandangan berbeda, mari kita wujudkan niat baik kita dengan datang ke Papua dan melihat langsung proyek-proyek yang ada di sana,” katanya, di kawasan Senayan, Jakarta, Senin, 8/6/2026.

Ia menilai, wartawan juga perlu turut serta agar dapat memberikan gambaran yang objektif kepada masyarakat mengenai berbagai kebijakan pemerintah di Papua.

Ia mengatakan, pembangunan yang dilakukan pemerintah bertujuan mendukung ketahanan pangan, energi, serta mendorong pemerataan pembangunan agar masyarakat di daerah menjadi subjek utama pembangunan bukan kerusakan lingkungan seperti yang digambarkan dalam film Pesta Babi.

“Teman-teman wartawan juga harus ikut supaya sama-sama menjelaskan kepada republik ini bahwa kebijakan yang diambil pemerintah,” ujarnya.

Idrus menegaskan, hal tersebut tidak bermaksud menantang pihak mana pun, melainkan mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mencari kebenaran berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Bukan menantang ya, tetapi mengajak. Mari niat baik itu diwujudkan dengan sama-sama melihat langsung ke sana,” tuturnya.

Menurut Idrus, kunjungan langsung ke Papua dapat menjadi sarana untuk melakukan observasi dan penelitian secara objektif. Dengan demikian, berbagai kelebihan maupun kekurangan dari program pembangunan yang berjalan dapat diketahui secara lebih jelas.

“Nanti kita bisa melihat bersama, ada kekurangan apa, ada kelebihan apa, lalu apa yang perlu diperbaiki untuk Papua. Jangan langsung mengatakan bahwa suatu program tidak boleh dilakukan karena dianggap mengganggu masyarakat adat tanpa terlebih dahulu melihat fakta yang ada,” katanya.

Selain itu, mantan Menteri Sosial (Mensos) itu juga mengajak semua pihak menghentikan saling curiga mengenai pihak-pihak yang berada di balik pembuatan film Pesta Babi. Fokus utama seharusnya adalah melakukan verifikasi terhadap seluruh informasi yang beredar.

“Jangan lagi kita curigai siapa di belakangnya. Itu hanya akan membuat persoalan semakin rumit. Lebih baik kita hentikan perdebatan itu dan verifikasi semua data serta fakta yang ada dengan datang langsung ke sana,” jelasnya.

Namun Idrus menilai, apabila ada perbedaan data dan pandangan merupakan hal yang wajar. Ia juga meminta agar perbedaan tersebut tidak dijadikan ajang saling menyalahkan kondisi Papua.

“Kalau nanti ada data yang berbeda, jangan lagi mencari siapa yang salah, apakah Saudara Dandhy yang salah atau pemerintah yang kurang melakukan sosialisasi,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari