Jokowi Keliling Indonesia Juni Ini, Pengamat: Jadi Lampu Kuning Peta Politik 2029
FORUM KEADILAN – Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk berkeliling ke sejumlah daerah pada Juni 2026 dinilai dapat menjadi penanda menghangatnya dinamika politik nasional menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menilai, langkah Jokowi tersebut akan menjadi perhatian banyak pihak karena berpotensi memengaruhi peta politik nasional dalam beberapa tahun ke depan.
“Pak Jokowi ini akan berkeliling untuk siapa? Untuk PSI atau untuk Gibran? Saya rasa pertama, Pak Jokowi akan keliling tentu untuk melihat posisinya kembali kepada publik. Hari ini dia masih kuat secara politik, meskipun dinilai sudah selesai oleh banyak kalangan. Tapi ketika Pak Jokowi mulai bergerak secara politik di bulan Juni ini, itu menjadi lampu kuning untuk peta politik nasional,” kata Arifki kepada Forum Keadilan, Senin, 8/6/2026.
Menurut dia, aktivitas politik Jokowi berpotensi memicu respons dari tokoh-tokoh politik nasional lainnya.
Arifki mempertanyakan apakah langkah Jokowi akan diikuti oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang juga mulai meningkatkan aktivitas politik mereka.
“Apakah nanti SBY juga bergerak, Bu Mega juga bergerak? Ketika Pak Jokowi bergerak, sinyal politik 2029 bisa dipercepat lebih awal. Karena tentu publik akan membaca ada agenda dan kepentingan politik tertentu di balik langkah tersebut,” ujarnya.
Ia menilai, muncul berbagai spekulasi terkait tujuan safari Jokowi, mulai dari upaya memperkuat posisi politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga mempersiapkan langkah politik menuju kontestasi Pilpres 2029.
“Apakah untuk PSI, untuk Mas Gibran, atau untuk mengantarkan Mas Gibran kembali sebagai calon presiden setelah era Pak Prabowo, itu yang nanti akan dibaca publik,” kata dia.
Lebih lanjut, Arifki menilai, agenda keliling Indonesia yang dilakukan Jokowi pada pertengahan 2026 dapat dimaknai sebagai sinyal awal dimulainya manuver politik menuju Pilpres 2029.
“Saya rasa Juni 2026 ini ketika Pak Jokowi mulai bergerak dan keliling Indonesia, itu seperti Pilpres 2029 yang bergerak lebih awal. Bisa dikatakan semacam mengibarkan bendera perang lebih cepat. Sinyalnya adalah Pak Jokowi melakukan comeback politik, dan itu menarik untuk dicermati,” ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan rencananya untuk kembali berkeliling Indonesia mulai Juni 2026 setelah kondisi kesehatannya pulih. Rencana tersebut pertama kali disampaikan Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik yang menyebut Jokowi telah menyatakan dirinya pulih hingga 99 persen dan siap kembali menyapa masyarakat di berbagai daerah.
Sejumlah wilayah disebut masuk dalam agenda awal kunjungan Jokowi, di antaranya Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatra Barat, serta Jawa Barat. Bahkan, Jawa Barat dikabarkan menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam rangkaian safari tersebut karena dinilai memiliki posisi strategis dalam konstelasi politik nasional.*
Laporan oleh: Muhammad Reza
