Media Asing Soroti Prabowo Copot Dadan dari Kepala BGN
FORUM KEADILAN – Media asing dalam artikel yang bertajuk “Indonesian president sacks head of free meal scheme” menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Selasa malam.
Diberitakan, kemarin malam Prabowo memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan kepala dan mengangkat Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, sebagai pemimpin baru lembaga tersebut.
“Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada hari Selasa memecat kepala badan yang bertanggung jawab atas program makan gratis sekolah (makan bergizi gratis/MBG) andalannya, yang telah tercoreng oleh kasus keracunan makanan massal dan tuduhan korupsi,” tulis laman Prancis, AFP, Rabu, 3/6/2026.
“Program bernilai miliaran dolar yang sangat digembar-gemborkan ini merupakan kebijakan unggulan kampanye pemilihan Prabowo tahun 2024,” tambahnya.
“Pemerintah mengatakan telah menyediakan makanan kepada lebih dari 61 juta orang hingga Maret, tetapi puluhan ribu orang jatuh sakit sejak program tersebut diluncurkan pada Januari tahun lalu.” sambungnya.
Sebagai informasi, Dadan adalah seorang ahli entomologi yang memimpin BGN sejak awal dibentuk. Tetapi bulan lalu, Dadan diadukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) atas dugaan penyimpangan anggaran.
“Dadan mengatakan kepada parlemen tahun lalu bahwa program tersebut bertanggung jawab atas setidaknya 11.000 kasus keracunan, dengan lebih dari 600 orang dirawat di rumah sakit,” tulis AFP.
“Prabowo juga mengakui adanya masalah dan berjanji akan menindak siapa pun yang terbukti bersalah melakukan kesalahan,” tambahnya.
“Pemerintah berharap program tersebut dapat menyediakan makanan bagi setidaknya 82,9 juta anak dan ibu hamil serta menyusui- sekitar sepertiga dari populasi negara.”
BBC Inggris dalam lamannya juga menyoroti aksi Prabowo tersebut dalam artikel berjudul “Indonesia’s Prabowo fires head of free meals scheme plagued by mass poisonings”.
“Pemecatan Dadan Hindayana… terjadi seminggu setelah badan pengawas korupsi Indonesia mengajukan pengaduan yang menuduh adanya inkonsistensi dalam penganggaran di seluruh dapur,” tulis laman itu.
“Dadan digantikan oleh wakilnya Nanik Sudaryati Deyang, mantan jurnalis dan anggota tim kampanye Prabowo pada tahun 2024,” seraya menyebut sebagian masyarakat Indonesia mendukung perubahan kepemimpinan.
“Selain kasus keracunan massal, Dadan juga dikritik karena membuat pernyataan kontroversial, seperti sarannya agar setiap orang minum dua liter susu setiap hari dan usulannya untuk menggunakan serangga dan ulat sagu dalam makanan gratis,” lanjutnya. *
