Jumat, 29 Mei 2026
Menu

BPIP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Prabowo Bakal Jadi Inspektur

Redaksi
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyu dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BPIP, Jakarta, Jumat, 29/5/2026 | YouTube BPIP
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyu dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BPIP, Jakarta, Jumat, 29/5/2026 | YouTube BPIP
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto akan menjadi inspektur upacara dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar pada 1 Juni 2026. Upacara akan digelar di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyu dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BPIP, Jakarta, Jumat, 29/5/2026.

“Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di tingkat pusat akan dilaksanakan secara luring pada hari Senin, tanggal 1 Juni 2026 tepat pukul 10.00 Waktu Indonesia Bagian Barat. Bapak Presiden Republik Indonesia akan hadir langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara,” ungkap Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila akan dimulai pukul 10.00 WIB dan disiarkan secara langsung lewat live streaming di kanal YouTube dan laman Facebook BPIP.

“Adapun lokasi upacara akan diselenggarakan di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta. Bagi masyarakat luas dan seluruh pegawai instansi yang telah melaksanakan upacara di daerahnya masing-masing, dapat mengikuti jalannya upacara tingkat pusat melalui siaran langsung di kanal YouTube BPIP, laman Facebook BPIP, Instagram BPIP, maupun televisi nasional,” jelas Yudian.

Formasi Paskibraka yang bertugas dalam upacara tersebut akan menggunakan formasi Pancasila yang disebut mencerminkan kelima sila.

“Formasi ini sangat istimewa karena terdiri dari lima kelompok yang mencerminkan kelima sila pada Pancasila. Formasi ini akan dipimpin oleh satu komandan di mana prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih akan dilaksanakan secara khusus oleh kelompok tiga,” tutur dia.

“Sebagai panduan bagi daerah, apabila jumlah Paskibraka di suatu daerah kurang dari 46 orang sehingga tidak cukup untuk membentuk formasi Pancasila yang lengkap, maka formasi dapat disesuaikan menjadi satu kelompok saja,” lanjutnya.

Menurut Yudian, momen peringatan ini adalah wujud dari komitmen bersama bahwa Pancasila selalu diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Adapun tema dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

“Tema ini adalah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia. Logo yang digunakan dalam peringatan tahun ini adalah lambang negara kita, yaitu Garuda Pancasila,” katanya.

BPIP pun sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 untuk memastikan kelancaran, ketertiban, dan keamanan pelaksanaannya bagi seluruh wilayah Indonesia, ataupun perwakilan di luar negeri.

“Melalui surat edaran ini, kami menghimbau seluruh lembaga negara, kementerian, TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi pendidikan, hingga komponen masyarakat untuk mengibarkan Sang Merah Putih selama satu hari penuh pada tanggal 1 Juni 2026,” katanya.

“Kami juga mendorong penyelenggaraan kegiatan bakti sosial pada tanggal 31 Mei 2026 yang bermanfaat langsung bagi masyarakat luas seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran bantuan sosial, pasar murah, hingga kerja bakti pembersihan lingkungan dan rumah ibadah. Surat edaran ini dapat diunduh melalui laman BPIP sebagai berikut: https://bpip.go.id/publikasi,” sambung dia.

Ia melanjutkan, tamu undangan pria harus mengenakan pakaian sipil lengkap. Sementara itu, tamu undangan wanita mengenakan pakaian nasional. Lalu, anggota TNI-Polri mengenakan pakaian dinas upacara III atau PDU III.

“Penurunan bendera: Upacara penurunan bendera Sang Saka Merah Putih akan dilakukan pada sore harinya pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat atau waktu setempat untuk daerah, yang dilaksanakan secara ringkas dan khidmat oleh Paskibraka tanpa dihadiri peserta upacara dan tamu undangan,” tuturnya.*