Sjafrie: Intensitas Konflik Antara Amerika dan Iran Sangat Tinggi, BoP Cenderung Left Behind
FORUM KEADILAN – Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan bahwa konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran sangat tinggi. Akibatnya, Sjafrie menyebut bahwa Board of Peace (BoP) Gaza cenderung terabaikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Sjafrie dalam rapat kerja Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 19/4/2026.
Ia menekankan bahwa BoP adalah inisiatif Presiden AS Donald Trump untuk membantu Palestina.
“BoP itu adalah suatu inisiatif dari Presiden AS untuk membantu Palestina di Gaza, dan kita tahu korban yang timbul mungkin sudah hampir 80 ribu jiwa yang korban di Gaza,” ujarnya.
“Nah inilah upaya yang dilakukan oleh Presiden AS untuk melakukan bagaimana kita melakukan upaya penyelamatan terhadap kemanusiaan dan politik di Gaza,” lanjutnya.
Sjafrie menjelaskan bahwa Indonesia mendapatkan apresiasi dari Donald Trump terkait rasa kemanusiaannya terhadap Gaza. Ia mengatakan dalam konsultasi bersama sejumlah negara Arab, Indonesia menyampaikan beberapa prasyarat.
“Nah inilah yang membuat Indonesia juga mendapat suatu apresiasi dari Presiden AS, bahwa Presiden Indonesia yang mayoritas jumlah penduduknya itu Islam, tapi dia sangat memperhatikan masalah kemanusiaan di Gaza sehingga dia dimasukkan ke dalam BoP,” terangnya.
Donald Trump, sambungnya, juga lalu membentuk International Stabilization Force (ISF). Sjafrie menyebut Indonesia pun menjadi anggota ISF.
“Namun, dinamika yang sekarang timbul karena masih terjadinya intensitas konflik antara Amerika dan Iran yang sangat tinggi, sehingga BoP cenderung left behind,” katanya.
Tetapi, Sjafrie menegaskan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sudah menyiapkan brigade komposit terkait geostrategi dan geopolitik dan saat ini ISF masih berstatus standby.
“Karena BoP left behind, ISF juga left behind, walaupun kita di Indonesia, Panglima TNI sudah menyiapkan brigade komposit untuk geostrategi dan geopolitik dan inisiatif Presiden As belum mendapatkan suatu arahan implementasi, maka sampai saat ini ISF kita masih standby. Tapi di dalam negeri Panglima sudah melakukan kegiatan-kegiatan,” pungkasnya. *
