Rabu, 04 Februari 2026
Menu

Pramono akan Tertibkan Pasang Atribut Partai di Flyover

Redaksi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa, 3/2/2026. | Dok Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa, 3/2/2026. | Dok Pemprov DKI Jakarta
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan akan menertibkan pemasangan atribut Partai Politik seperti spanduk hingga bendera yang dipasang di jembatan atau flyover Jakarta.

Ia menilai bahwa hal ini mengganggu kelancaran lalu lintas sehingga perlu dilakukannya penertiban.

“Saya benar-benar pengen menertibkan, enggak ada lagi di Jakarta yang namanya flyover itu kalau partai ada acara kemudian masang di flyover. Itu mengganggu banget lalu lintas yang ada di Jakarta dan itu akan kami lakukan,” ujar Pramono di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa, 3/2/2026.

Kebijakan ini diambil sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menertibkan spanduk-spanduk dengan ukuran besar di sepanjang jalan.

“Tentu apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk di Jakarta kami tindak lanjuti,” sambungnya.

Pramono juga menyinggung mengenai pemanfaatan trotoar dan meminta agar trotoar yang sudah dibangun tidak kembali digunakan oleh pedagang kaki lima, tetapi dimanfaatkan untuk para pejalan kaki.

“Saya meminta semua trotoar yang sekarang sedang dibangun di Jakarta, jangan trotoarnya selesai kemudian pedagang kaki lima dibiarkan untuk memanfaatkan trotoar itu. Yang seperti itu pasti akan saya tertibkan,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar pemerintah daerah untuk menertibkan spanduk iklan berukuran besar di sepanjang jalan sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

“Terus terang saja saya minta kepada pemerintah tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk, terlalu banyak,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin, 2/2/2026.

“Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin hampir nggak berbeda. Spanduk-spanduk, spanduk-spanduk, kalau saya naik ke Hambalang, spanduk, spanduk, spanduk,” tambahnya.

Prabowo memberi contoh spanduk iklan ayam goreng. Ia pun mempertanyakan alasan spanduk yang perlu dipasang dengan ukuran besar dan menilai bahwa turis atau wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah tak ingin melihat spanduk-spanduk tersebut.

“Ayam goreng pesen satu dapat 1 free. Kenapa harus besar-besar sih? Turis datang nggak mau lihat spanduk,” tuturnya.

Prabowo pun meminta pemerintah daerah hingga pengusaha untuk menertibkan spanduk iklan serta menyarankan untuk tidak dibuat berlebihan. *