Safari Politik Jokowi Dinilai Jadi Langkah Taktis Perkuat PSI Menuju Pemilu 2029
FORUM KEADILAN – Pengamat politik dari Citra Institute Yusak Farchan menilai, safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke berbagai daerah merupakan langkah taktis untuk memperkuat posisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang Pemilu 2029.
Menurut Yusak, manuver politik Jokowi tidak sekadar membangun komunikasi dengan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membesarkan PSI agar mampu bersaing dengan partai-partai mapan.
“Manuver keliling daerah merupakan langkah taktis Jokowi membesarkan PSI. Target PSI bukan hanya lolos parlemen, tetapi juga menjadi partai kelas menengah,” kata Yusak kepada Forum Keadilan, Senin, 29/6/2026.
Ia menilai, langkah tersebut wajar dilakukan sejak dini, mengingat persaingan antarpartai politik menuju Pemilu 2029 diperkirakan akan semakin ketat.
“Di tengah persaingan partai-partai yang semakin kompetitif, logis kalau dari sekarang PSI-Jokowi sudah mulai gas penuh turun ke bawah,” ujarnya.
Yusak mengatakan, pekerjaan rumah terbesar PSI saat ini adalah memperkuat infrastruktur organisasi hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, partai tersebut perlu melengkapi struktur kepengurusan sampai tingkat ranting dan desa agar memiliki basis politik yang kuat.
“Tanpa persiapan matang, PSI akan kesulitan bersaing dengan partai-partai parlemen lainnya. Jadi wajar kalau PSI curi start lebih dulu karena kompetisi partai ke depan sangat keras,” ucapnya.
Lebih jauh Yusak menilai, safari politik Jokowi mencerminkan persiapan menghadapi kontestasi politik 2029. Ia melihat gagasan agar pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kembali maju pada periode berikutnya berkaitan dengan kepentingan politik PSI.
Menurut dia, terdapat dua kepentingan yang berjalan beriringan, yakni mendorong duet Prabowo-Gibran berlanjut sekaligus memastikan PSI mampu menembus parlemen.
“Dengan kata lain, proposal politik Jokowi kepada Prabowo adalah Gibran tetap menjadi calon wakil presiden Prabowo sekaligus PSI lolos ke Senayan. Saya kira ini yang sedang dinegosiasikan,” katanya.
Yusak juga berpandangan, safari politik Jokowi merupakan bagian dari strategi melakukan tekanan sekaligus membangun posisi tawar terhadap Presiden Prabowo Subianto.
“Jokowi dan Prabowo saat ini sama-sama sedang menjaga keseimbangan politik. Jokowi menekan Prabowo dengan proposal Prabowo-Gibran dua periode, sementara Prabowo belum tentu kembali mengambil Gibran sebagai calon wakil presiden,” ujarnya.
Ia menambahkan, dinamika tersebut dipengaruhi aspirasi sejumlah partai dalam koalisi pemerintahan yang disebutnya menginginkan Prabowo mempertimbangkan figur lain sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2029.
“Saya kira inilah yang sedang menjadi bahan negosiasi politik antara Prabowo dan Jokowi,” tuturnya.*
Laporan oleh: Muhammad Reza
