Jumat, 03 April 2026
Menu

Prabowo ke Eks Pimpinan BUMN: Jangan Enak-enak Kau, Siap-siap Dipanggil Kejaksaan

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2/2/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2/2/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto memperingatkan jajaran petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdahulu yang tidak mengelola dengan baik perusahaan-perusahaan milik negara akan segera dipanggil oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Peringatan ini disampaikan oleh Prabowo dalam acara Taklimat Presiden RI dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, pada Senin, 2/2/2026.

Pada awalnya Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya sudah berhasil menyatukan seluruh aset BUMN melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) bentukannya.

Sebagai informasi, SWF yang adalah bentukan Prabowo merupakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

“Saya telah menghimpun semua kekuatan dalam satu manajemen, satu pengelolaan yang nilainya adalah US$1 triliun, lengkapnya adalah US$1.040 miliar dolar asset under management,” ujarnya.

Kepala Negara itu mengatakan keberhasilan tersebut adalah upaya untuk memperbaiki pengelolaan BUMN yang selama ini terpecah-pecah menjadi 1.040 perusahaan.

“Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan. Bayangkan enggak? siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan,” jelasnya.

Akibat pengelolaan aset-aset BUMN selama ini terpecah, Prabowo memastikan akan meminta pertanggungjawaban jajaran direksi BUMN terdahulu yang tidak mampu mengelola perusahaan negara dengan baik.

“Saya katakan, pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Jangan enak-enakan kau, siap-siap kau dipanggil kejaksaan,” tegasnya.

“Kan mereka ngejek Prabowo hanya bisa ngomong di podium aja, oh ya? tunggu aja panggilan, lu jangan nantang gue lu. Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan tuhan yang maha besar, saya hanya takut itu,” tandasnya. *