Sabtu, 24 Oktober 2026
Menu

Prabowo akan Alokasikan Anggaran untuk Mitigasi Bencana di Indonesia

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto pimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video pada Senin, 7 September 2026. | Dok YouTube Sekretaiat Presiden
Presiden Prabowo Subianto pimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video pada Senin, 7 September 2026. | Dok YouTube Sekretaiat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto akan mengalokasikan anggaran lebih besar untuk sektor mitigasi bencana.

Ia pun turut menyampaikan bahwa dalam rapat terbatas penanganan bencana alam yang digelar secara virtual, pada Senin, 7/9/2026.

“Bagi pemerintah yang saya pimpin alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” ujar Prabowo dalam arahannya.

Prabowo menyebut rentetan bencana alam di Indonesia ini adalah konsekuensi geografis Indonesia yang terletak di Rings of Fire.

Ia menekankan bahwa konsekuensi geografis ini yang membuat pemerintah harus siap menghadapi keadaan semacam ini setiap saat.

“Gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan juga Kebakaran Hutan, dan asap yang masih jadi masalah bagi kita semua,” tambahnya.

Kepala Negara itu mengatakan bahwa langkah pemerintah menangani bencana alam sudah jauh lebih baik. Hari ini, lanjutnya, sudah jauh lebih cepat dan masif. Prabowo pun mengucapkan terima kasih seluruh jajaran yang terlibat.

Diketahui, belakangan rentetan bencana alam melanda Indonesia. Terbaru, diakibatkan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Status Gunung Anak Krakatau belakangan ini kembali meningkat. Sejak 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau menanjak pada Jumat 4/9/2026 pukul 23.07 WIB. Aliran lava pun terlihat dari perairan Selat Sunda. Sebaran abu juga mencapai lintas wilayah seperti Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau ini juga berdampak pada jalur penerbangan di wilayah terdampak yang ditutup sementara termasuk untuk pesawat internasional dan domestik.  *