Jumat, 23 Oktober 2026
Menu

Anggota Parlemen Malaysia Soroti Karhutla di Indonesia Pakai Bahasa Jawa

Redaksi
Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan menyampaikan pidato menggunakan bahasa Jawa saat membahas persoalan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia, Rabu, 21/10/2026. | YouTube Parlemen Malaysia
Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan menyampaikan pidato menggunakan bahasa Jawa saat membahas persoalan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia, Rabu, 21/10/2026. | YouTube Parlemen Malaysia
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Anggota Dewan Rakyat atau Parlemen Malasyia, Kalam Salan, menggunakan bahasa Jawa saat menyoroti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. Ia menyebut karhutla di Indonesia sudah menyebabkan Malaysia diselimuti asap dan mengganggu kesehatan warga Malaysia.

Kalam menjelaskan dalam bahasa Jawa dalam rapat yang digelar pada Rabu, 21/10/2026. Pada awalanya ia menggunakan bahasa Melayu saat membahas asap karhutla dari Indonesia yang sudah menyelimuti Malaysia.

Ia menjelaskan dampak asap di Malaysia tidak hanya dirasakan oleh warga Malaysia tapi juga berdampak terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia. Kalam menegaskan banyak kebun di Malaysia yang terganggu hingga menyebabkan TKI tidak bisa bekerja dan tidak bisa mengirim uang ke kampung halaman.

“Orang Indonesia yang bekerja di ladang Malaysia pun terkena dampaknya. Bila tak bekerja, mereka tak dapat gaji, tak bisa kirim duit ke keluarga ke kampung halaman,” katanya.

Kalam juga menyinggung pernyataan Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan menyoal biasanya hutan Indonesia mengirim oksigen ke Malaysia dan menyebut bahwa Malaysia juga memiliki hutan dan pohon.

“Janganlah masalah ini sebagai bahan lelucon dengan mengeklaim bahwa hutan Indonesia menyediakan oksigen bagi Malaysia. Apakah pepohonan di Malaysia terbuat dari plastik? Apakah pohon-pohon tersebut tidak bisa menghasilkan oksigen?” tuturnya.

Ia berharap agar Presiden Prabowo dapat mempercepat upaya pemadaman karhutla dan memastikan masalah karhutla hingga asap lintas negara tidak berulang. Usai itu, barulah Kalam beralih menggunakan bahasa jawa agar lebih dimengerti para pejabat di Indonesia yang disebutnya banyak berasal dari Jawa.

“Biarlah saya dengan izin pimpinan dewan bercakap dalam bahasa Jawa. Assalamualaikum Pak Prabowo, pripun kabare? Paringi waras nggih? (Bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu),” ujar Kalam.

Dia terus bicara dalam bahasa Jawa saat menjelaskan dampak asap karhutla di Indonesia terhadap Malaysia. Dia mengatakan yang susah bukan cuma orang Malaysia saja.

“Pak, asap songko kobongan alas kuwi nggawe wong Malaysia susah arep ambegan. Akeh sing watuk, tenggorokane podho gatel, lan sesek ambegane (Bapak, asap dari kebakaran hutan itu membuat orang Malaysia kesulitan bernapas. Banyak yang batuk, tenggorokannya gatal, dan napasnya sesak),” ujarnya.

Dia mengatakan sekolah di Malaysia harus tutup akibat asap. Dia juga menyebut wisata di Malaysia jadi sepi dan para pekerja jadi tak bisa bekerja. Dia kembali menyebut WNI yang bekerja di Malaysia juga kesusahan gara-gara kabut asap.

“Pak Prabowo, tulung masalah iki enggal ditangani. Kobongan alas kudu dipateni. Ojo meneh-meneh saben taun Malaysia lan Indonesia podho nandhang susah mergo asap. Kita kabeh pengin langit padhang gumebyar, udarane resik, ambegane lego, lan uripe sehat saklawase. Kulo matur nuwun, Bapak Presiden (Pak Presiden, tolong masalah ini ditangani. Kebakaran hutan harus ditangani. Jangan setiap tahun Malaysia dan Indonesia susah karena asap. Kita semua ingin langit cerah, udara bersih, napasnya lega, dan hidup sehat selamanya. Terima kasih Pak Presiden),” pungkasnya. *