Selasa, 21 Juli 2026
Menu

P2N Siapkan Pengusaha Muda Nahdliyin, Lukman Edy: NU Harus Kuat di Bidang Ekonomi

Redaksi
Ketua Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) Lukman Edy di Auditorium RRI Jakarta, Senin, 20/7/2026 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Ketua Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) Lukman Edy di Auditorium RRI Jakarta, Senin, 20/7/2026 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) Lukman Edy menegaskan, organisasinya akan berfokus mengonsolidasikan para pengusaha dan profesional Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga Nahdliyin. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung lahirnya badan-badan usaha di lingkungan NU sekaligus mencetak generasi baru wirausahawan.

Menurut Lukman, P2N menjadi wadah bagi para saudagar, pengusaha, dan profesional NU agar dapat berkontribusi lebih besar, baik terhadap organisasi maupun masyarakat luas.

“Ini adalah kumpulan pengusaha dan profesional NU. Kami ingin mengonsolidasikan para saudagar, pengusaha, dan profesional NU agar ke depan mampu memberikan kontribusi besar bagi NU secara jam’iyyah maupun jemaah,” kata Lukman usai acara Ta’aruf Pengurus Pusat P2N di Auditorium RRI Jakarta, Senin, 20/7/2026.

Ia mengatakan, tantangan NU ke depan tidak hanya berada pada bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan kesehatan, tetapi juga pada penguatan sektor ekonomi. Menurutnya, hasil Musyawarah Nasional NU telah mendorong pembentukan Badan Usaha Milik NU (BUMNU).

Karena itu, P2N akan menjadi jejaring yang mempertemukan para pengusaha NU yang telah mapan dengan generasi muda yang ingin membangun usaha.

“Kami ingin pengusaha-pengusaha yang sudah sukses membina lahirnya entrepreneur baru dari kalangan Nahdliyin, khususnya anak-anak muda,” ujarnya.

Sebagai program prioritas, P2N akan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan bagi santri dan generasi muda NU yang memiliki minat di bidang bisnis.

Lukman mengatakan, peserta yang memiliki potensi akan dipertemukan dengan para pengusaha yang telah berhasil agar mendapatkan pendampingan secara langsung.

“Selama ini banyak pengusaha NU yang sudah besar, tetapi belum ada penyaluran untuk ikut membina pengusaha-pengusaha baru,” katanya.

Ia berharap langkah tersebut mampu memperkuat posisi NU, bukan hanya sebagai organisasi yang besar di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain mencetak pengusaha muda, P2N juga menyiapkan sejumlah program lain, seperti pengembangan koperasi berbasis agroindustri dan penguatan pelatihan tenaga kerja.

Lukman mengatakan, pihaknya juga akan mengundang pelaku usaha dari luar negeri untuk berkontribusi dalam mendukung berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan yang dijalankan PBNU.

Di sisi lain, lembaga pelatihan ketenagakerjaan yang telah dibentuk akan segera diaktifkan untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing, baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina P2N H. Umar Syah HS mengatakan, salah satu fokus organisasinya ialah membangun ekosistem usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nahdliyin, khususnya di sektor perkebunan dan agroindustri.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang menghambat berkembangnya usaha masyarakat, mulai dari kualitas sumber daya manusia, keterbatasan pembiayaan, rendahnya pemanfaatan teknologi, hingga akses pasar.

Karena itu, P2N akan membantu menyusun model bisnis sekaligus membuka akses pasar bagi hasil perkebunan dan kehutanan yang dikelola warga Nahdliyin maupun masyarakat umum.

“Kita ingin membangun usaha yang memberikan manfaat bersama. Semua harus ikut untung,” ujar Umar.

Di sisi lain, Pengurus P2N Ipang Wahid mengatakan, organisasinya juga siap bermitra dengan berbagai pihak, termasuk koperasi desa, untuk membangun ekosistem usaha yang saling mendukung. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam pengembangan dunia usaha.

“Di dunia usaha tidak ada yang bisa berdiri sendiri. Semua harus saling berkolaborasi agar ekosistem usaha tumbuh dengan baik,” katanya.

Ipang juga berpesan kepada generasi Z agar tidak ragu memulai usaha dan berani mewujudkan gagasan-gagasan baru.

“Jangan pernah takut mencoba, jangan pernah takut berinisiatif dan berkreasi. Mimpi bisa diraih karena adanya keberanian untuk menciptakan sesuatu,” tuturnya.*

Laporan oleh: Muhammad Reza